Outlook Pupuk Indonesia 2017 Berdasarkan Laporan Ken Research

Outlook Pupuk Indonesia 2017 Berdasarkan Laporan Ken Research

Industri pupuk di Indonesia memainkan peran penting dalam menambah produksi tanaman pangan. Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang paling penting dengan kontribusi mencapai USD 119,041.2 juta atau tumbuh sebesar 18,2 % selama 2006-2012. Peningkatan ini diyakini akan semakin bertambah, saat Indonesia akan berupaya menggenjot sektor di luar ekspor mineral.

 

Saat ini pasar pupuk dari Indonesia terkonsentrasi dengan lima perusahaan besar yang menjadi anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia Holding Company .

 

Konsentrasi persaingan di industri pupuk di Indonesia telah menghasilkan inovasi yang terbatas dan peningkatan produksi dan konsumsi urea dan fokus yang lebih rendah pada senyawa atau pupuk kompleks.

 

Para pemain terkemuka di pasar pupuk urea meliputi yaitu PT Pupuk Pusri, PT Pupuk Kujang , PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda. Urea menyumbang besar 82,7 % dari saham di pasar pupuk nitrogen pada tahun 2012 tumbuh sebesar 4,3 % selama 2006-2012 .

 

Namun dalam tahun-tahun terakhir, perusahaan-perusahaan ini telah mendidik petani dengan penyuluhan demi penggunaan pupuk urea optimum yang uniknya mengurangi permintaan urea dan meningkatkan permintaan untuk pupuk fosfat dan kalium di dalam negeri.

 

Dalam laporan penelitian Outlook Pupuk Indonesia 2017 – yang berjudul “Meningkatnya Penggunaan Pupuk Organik “ oleh Ken Research:

 

“Konsolidasi menjadi bidang penting dan fokus pemerintah di tahun-tahun mendatang karena sepuluh produsen pupuk fosfat di China menyumbang hampir 50,0 % dari total output tahun 2012 yang jauh di bawah target pemerintah dari 70,0%".

 

Dalam tahun-tahun mendatang, urea masih akan terus menjadi produk pupuk terkemuka dari pasar pupuk Indonesia lantaran subsidi dari pemerintah diperkirakan akan membengkak di tahun-tahun 2013-2017. Dan ini akan mendorong konsumsi urea di pasar pupuk Indonesia 4,0% selama 2012-2017.