Orang Tua Akui Anak-anaknya yang Jago Hacking "Punya Kelainan"

Orang Tua Akui Anak-anaknya yang Jago Hacking "Punya Kelainan"

Situs PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) telah diretas oleh sepasang saudara kembar berinisial DBR dan ABR. Diketahui keduanya kini baru berusia 16 tahun dan sedang alami pemulihan akibat gangguan mental.


Didik, sang ayah pasangan hacker kembar tersebut, menyatakan kedua putranya memang “berbeda”.


"Anak-anak saya sudah bisa merakit komputer sejak mereka kelas 3 SD," ucapnya pada Rabu (23/4/2014).


Padahal secara pribadi, warga Dusun Ploso Jenar, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Kabupatem Ponorogo Jawa Timur tersebut mengaku tak pernah memberi pendidikan komputer intensif kepada keduannya putranya. “Gak tau juga dengan pikirannya sendiri, anak saya ini kok mampu merakit komputer gitu. Saya juga gak pernah ngajari," tambahnya.


Ia menjelaskan saat ini kedua putranya tersebut sedang menjalani perawatan psikiater di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ponorogo.


"Anak saya ini sakit kejiwaannya karena sejak kecil sering dibully, diejek teman-temannya," tutur bapak 2 anak tersebut.


Menurut Didik awalnya, baik DBR maupun ABR keduanya merupakan anak yang normal-normal saja, bahkan cenderung ceria dan senang bergaul.


Namun perilaku keduanya mulai berubah setelah sering diejek sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar. "Anak-anak saya sampai pindah sekolah sampai 3 SD karena sering dibully itu," ucapnya.


Terkait kasus peretasan, aksi keduanya yang dilakukan sejak 2010 silam, akhirnya tercium divisi cyber crime Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2013. Aksi hacking DBR maupun ABR tergolong ringan yakni mengaktifkan domain PANDI yang mati dengan bantuan software tamper data.  ***mjd (sumber tribunnews)