Netizen Ketakutan, Tanda X Misterius Beredar di Tiang Dekat Toko Toko Jakarta

Netizen Ketakutan, Tanda X Misterius Beredar di Tiang Dekat Toko Toko Jakarta

Macam macam saja kabar yang beredar di BBM secara liar.

Netizen sosial media, kini harap harap cemas dengan keberadaan pesan seram melalui BBM, bahwa beberapa titik di Jakarta ditandai oleh cat silang merah dan putih yang masih segar. Kekhawatiran mereka akan adanya kerusuhan yang terorganisir dan sistematis tergambar dari spekulasi yang beredar.

"Menurut info ada beberapa Toko di Jakarta Barat,Jakarta Pusat dan Jakarta Utara diberi tanda X,mohon kalau ada yang bisa bantu carikan informasi mengenai tanda X ini" Tulis akun yang menyebarkan kabar ini. Lalu ditimpali secara marathon oleh netizen lain di laman sosial media Facebook.

Akun R**hy O***na H  misalnya menulis,

"Di Aceh masa konflik pernah rumah2 dan ruko ditandai persis seperti ini, sebagian malah dengan tanda x yang sangat besar. Biasanya yang punya ruko/rumah akan di usir atau tempat tersebut akan dibakar..."



Bahkan beberapa akun lain mengkonfirmasi bahwa foto foto tersebut sama persis dengan metode yang ada di luar negeri, ambil contoh gerakan teroris ISIS di Irak untuk menandai rumah rumah orang Kristen dengan huruf (nun), Nasrani.

 

Namun ada juga yang berupaya menenangkan, bahwa boleh jadi itu tanda bahwa tiangnya hendak diganti, atau tanda orang yang hendak mengukur tanah.

"Tanpa mengurang Kewaspadaan.. mari kita berbaik Sangka dulu.. ..Mungkin Tiang Listrik nya ajja br kali yang harus di pindah ataw di ganti.karena kropos.." Tulis salah satu akun bernama D**ni Jon**ss.

Bahkan seorang netizen mencoba meyakinkan yang lain, bahwa tanda itu wajar saja..  "Di sepanjang jalan KH Syahdan-Palmerah hampir semua tiang listrik dan Telkom di kasih tanda seperti gambar diatas, sepertinya untuk pelebaran jalan bukan tanda2 aneh." Tulis akun bernama Ro**y E**or.

Jadi, apa yang Anda yakini? Namun, keyakinan pada aparatlah yang semestinya menenangkan, karena sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah mewanti warga agar mengabaikan semua kabar yang beredar di BBM.

“Jadi ini kan ada dua dimensi, dunia maya dan dunia real. Peperangan terjadi di dunia maya, tapi di dunia real tidak ada apa-apa kan gitu,” jelas Moeldoko sebagaimana dikutip laman Kompas di Jakarta, Senin (21/07).

“Kita harus bisa membedakan apa yang ada di masyarakat dengan dunia maya. Jangan apa yang ada di sosmed dibawa ke masyarakat, ini yang harus dibedakan," pungkasnya.***Fey (sumber kutipan Kompas, Facebook)