Netizen Asing : Kalau Indonesia Pulangkan "Babu" Migran, Mau Makan Apa? Dasar Tolol?

Netizen Asing : Kalau Indonesia Pulangkan "Babu" Migran, Mau Makan Apa? Dasar Tolol?

Tidak semua merasa nyaman dengan kebijakan Presiden Jokowi yang hendak menarik pekerja migran yang berkeja sebagai pembantu rumah tangga sampai ke titik nol.

Beberapa pihak mengecam rencana ini dalam berbagai alasannya. Dan bagi mereka alasan Jokowi yang prihatin akan martabat Indonesia saat menjelaskan bahwa ada tiga negara di dunia yang mengirimkan pembantu, dua di Asia, di mana satu di antaranya adalah Indonesia, bukanlah suatu alasan.

Lembaga perlindungan pekerja Migran Care misalnya menyebut langkah Jokowi untuk menghentikan pengiriman perempuan Indonesia di luar negeri yang menjadi PRT sangay diskriminatif dan mengatakan rencana itu tidak memecahkan akar masalah.

Anis Hidayah Direktur Migrant Care mengatakan tindakan Jokowi dari sisi isu isu feminisme.

"Ini adalah reaksi spontan perlakuan pembedaan perempuan, didorong oleh pandangan patriarki yang salah," jelas Anis.



"Solusi untuk mengakhiri kerentanan dan nasib pekerja rumah tangga migran Indonesia adalah bagi negara untuk secara aktif melindungi pekerjanya, tidak untuk menghindari masalah dan membatasi segala bentuk pekerjaan," tambahnya.

Para Netizen asing juga mengomentari tindakan Indonesia dalam nada yang sama sama menyalahkan kebijakan ini.

Chong Kok Seng komentator asa Singapura misalnya berkomentar,

"Singapura sangat bergantung pada pekerja rumah tangga, jadi saya kira tidak ada pilihan selain mengimpor dari ghana (afrika) segera."

Chloe Pauline Chang juga dari Singapura bahkan berkomentar keras.

"Kalau (Indonesia) ga kirim pembantu, lalu dari warganya punya penghasilan, dasar tolol."



Adapun West Hardin, komentator asal Thailand mengkritik Jokowi seperti kritikan Migran Centre.

"Darimana asalnya pekerjaan jujur dibilang tidak bermartabat? Lalu gimana caranya keluarga Indonesia dapat makan? Tunggu saja Indonesia pasti defisit doubel" pungkasnya.

Masalah pembantu rumah tangga menjadi kekhawatiran setiap pemimpin Indonesia, baru baru ini misalnya iklan robot menghina pembantu asal Indonesia yang melecehkan martabat bangsa menjadi trending topic.***red (Strait Times)