Mulai Maret 2016, Pakai Kantong Plastik Wajib Bayar

Mulai Maret 2016, Pakai Kantong Plastik Wajib Bayar

Pemerintah bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) akan segera membatasi penggunaan kantong plastik dengan menerapkan peraturan Kantong Plastik Berbayar (KPB) mulai Maret 2016 mendatang di seluruh Indonesia. 

 

Untuk tahap sosialiasi awal, pemerintah akan melakukan uji coba peraturan ini mulai 21 Februari 2016 di 22 kota besar di Indonesia. 

 

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK, Tuti Hendrawati Mintarsih mengungkapkan, kebijakan baru ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik dengan pembatasan di toko ritel.

 

Tuti menambahkan, meskipun sudah positif akan diberlakukan namun pemerintah belum memutuskan besaran biaya plastik berbayar tersebut. Tapi pihaknya mengusulkan tarif plastik berbayar sekitar Rp 500-1000 per kantong. Karena saat ini, Kementerian Kehutanan tengah berdiskusi dengan Aprindo dan walikota untuk menerapkan beleid ini.

 

Saat ini pembatasan kantong plastik belanja jadi tren banyak kota/negara di dunia, seperti Banglades, Inggris, Irlandia, Amerika Serikat, Tiongkok, Malaysia, dan sebagian Australia. 

 

Di Washington DC, sejak 2011, penggunaan kantong plastik di toko ritel dikenai biaya 5 sen (Rp 700). Di Wales, sejak 2011, kantong plastik harus dibeli 5 peni (Rp 1.300). Langkah negara bagian itu ditiru Inggris yang sejak 5 Oktober 2015 mengharuskan pembayaran kantong plastik sebesar 5 peni.

 

 

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan pemaparan yang dilakuakan Prof. Hideshige Takada dari Laboratory of Organic Geochemistry (LOG) Tokyo University of Agriculture and Technology, 3 Maret 2014 lalu di Surabaya menunjukkan, di pusaran Laut Pasifik jumlah mikroplastik (berukuran kurang dari 5 mm) enam kali lebih banyak dibandingkan plankton. Mikroplastik itu ditemukan dalam saluran pencernaan burung, penyu, dan ikan yang mengganggu kesehatan hingga berpotensi mematikan, tidak hanya tapi juga manusia yang mengkonsumsinya. 

 

Selain itu berdasarkan penelitian Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (12 Februari 2015 di www.sciencemag.org ), Indonesia masuk peringkat kedua sebagai negara “pembuang” sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. *** kny (kontan, kompas)