Menlu: Presiden Berganti, Kebijakan Luar Negeri Lanjutkan

Menlu: Presiden Berganti, Kebijakan Luar Negeri Lanjutkan

Pemilu di depan mata, ini yang mendasari optimisme Indonesia akan munculnya pemerintahan yang lebih baik, dan tentunya ekonomi dan stabilitas yang terjaga hingga lima tahun mendatang.. akan halnya, dari sisi diplomasi luar negeri, tidak ada perubahan mendasar, diplomasi dan kebijakan luar negeri Indonesia tetaplah sama walau pemerintahan berganti. Ungkap Menlu Marty Natalegawa.

 

Segala perubahan dan pergantian posisi yang diyakini besar besaran terjadi, saat incumbent Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri termnya pada bulan Juli 2014 nanti. Dan dari hasil polling yang ada, sangat kecil kemungkinan incumbent bersama partainya, masih mempengaruhi kebijakan di Indonesia.

 

Tapi, dari kebijakan luar negeri Dr Marty mengatakan bahwa dia yakin Jakarta tetap meneruskan apa yang sudah digariskan dalam kebijakan interasionalnya. Dan bersiap pada setiap hal mengejutkan pada saat Pemilu.

 

Ini memang pandangan kebijakan luar negeri terakhir untuk pemerintahan Presiden Susulo Bambang Yudhoyono, tetapi belum tentu yang terakhir untuk para diplomat karir Indonesia.

 

"Saya rasa bahwa pemerintahan baru yang akan kita punya pada akhir tahun ini tidak akan mempengaruhi fundamental komitmen internasional yang diberikan oleh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir." Ujarnya sebagaimana dikuti laman, CNA.

 

Pada bulan Oktober, hanya beberapa hari setelah dilantik, presiden baru Indonesia yang akan dijadwalkan untuk menghadiri KTT G20 di Australia, dan akan menjadi internasional pertama dengan pemimpin anyar.

 

Meskipun tidak ada jadwal yang telah ditetapkan, pengamat mengharapkan adanya hubungan yang lebih segar antara Jakarta dan Canberra , lebih segar lebih normal pada saat Indonesia memiliki presiden baru, mengingat pentingnya KTT G20.

 

Sebagaiman Menlu Marty menambahkan : "Hubungan saat ini antara Indonesia dan Australia berada dalam fase sulit Pada saat yang sama, saya pikir pandangan ini sesuatu yang bergeser dan bukan dalam tempatnya. Dan pada waktunya, hubungan akan kembali ke tempat yang semestinya.. sebagaiman di masa lalu."

 

Menlu Marty mengatakan ia telah melakukan kontak dengan Menlu Australia hampir setiap hari agar hubungan antara kedua negara kembali ke jalurnya tidak bergeser geser belaka, berdasarkan peta jalan enam langkah yang diusulkan oleh Presiden Yudhoyono.***Fey