Menkeu: Tahun Ini Subsidi BBM Bakal DIrevisi

Menkeu: Tahun Ini Subsidi BBM Bakal DIrevisi

Indonesia bersiap-siap melakukan reformasi ekonomi lebih lanjut guna mempersempit defisit transaksi berjalan dan mengurangi kebutuhan menaikkan suku bunga. Dalam konsesi yang diungkapkan kepada media pekan ini, menteri keuangan M. Chatib Basri meramalkan adanya penyesuaian subsidi mahal yang telah menjadi kontributor besar dalam membuat ekonomi nasional morat-marit.

 

"Jangan mengesampingkan kemungkinan reformasi subsidi. Bahkan tahun ini reformasi subsidi berarti (menaikkan harga) TDL dan BBM jangan mengesampingkan kemungkinan ini, saya selalu percaya bahwa masa-masa buruk bisa membentuk kebijakan yang baik," tandas Chatib. Menurutnya memang ada rencana untuk merevisi subsidi penjualan bahan bakar minyak (BBM). Saat ini yang terjadi adalah semakin tinggi harga pasar maka semakin tinggi subsidi pemerintah.

 

Saat ini, subsidi bensin premium ditetapkan sebesar 55 sen dolar AS per liter, sementara harga pasar sekitar 76 sen. Perbedaannya dibayar oleh pemerintah, dengan biaya besar dan di beberapa kerentanan terhadap nilai tukar dan fluktuasi harga minyak .

 

Di bawah sistem yang diusulkan subsidi energi tetap dari menteri keuangan, pemerintah akan memperbaiki subsidi bahan bakar pada jumlah tertentu .

 

Dan ini akan memungkinkan harga BBM bersubsidi untuk secara otomatis berubah ketika harga pasar bahan bakar menjulang atau menurun secara signifikan .

 

Namun, dengan subsidi yang begitu sensitif di kalangan masyarakat pemilih, diyakini bahwa perubahan harga ini tidak mungkin diperkenalkan sampai dilakukan oleh pemerintah berikutnya. Artinya, pemerintahan baru akan digoda untuk memotong subsidi BBM.

 

Bukan hanya BBM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana untuk meningkatkan harga listrik untuk dua jenis industri dengan rata-rata 65 persen .

 

Kebijakan ini akan mempengaruhi 70 perusahaan berskala besar. Susilo Siswoutomo, wakil menteri energi dan sumber daya mineral, mengatakan: "Ini tidak akan mempengaruhi usaha kecil yang menggunakan 450-900 watt, harga listrik akan naik untuk perusahaan-perusahaan besar seperti mal Mengapa kita harus mensubsidi listrik untuk mal? lebih baik uang tersebut digunakan untuk pembangunan nasional." ujarnya sbeagaimana dilansir dari Chanelnewsasia.

 

Badan Anggaran DPR telah sepakat untuk mengurangi subsidi listrik sebesar 9 sampai 18 persen dan menetapkan subsidi listrik tahun ini di diperkirakan US $ 6,8 miliar.***Fey