Menkeu: Komunikasi dengan the Fed Lancar Defisit Fiskal Bisa Dihindari

Menkeu: Komunikasi dengan the Fed Lancar Defisit Fiskal Bisa Dihindari

"Kami tidak lagi masuk ke dalam negara fragile five, Uang mengalir kembali ke Indonesia," jelas Chatib Basri di sela-sela pertemuan tahunan Asian Development Bank di Kazakhstan.

Pasar negara berkembang di antaranya Indonesia, India, Brasil, Turki dan Afrika Selatan sempat dikenal sebagai "Fragile Five" saat ekonomi mereka dipandang sebagai yang paling rentan terhadap program pembelian obligasi $ 80 - miliar dari bank sentral AS yang menjadikan adanya defisit fiskal dan defist current account, tingkat pertumbuhan merosot dan inflasi di atas target.

Chatib Basri, Menteri Keuangan Indonesia, mengatakan untuk mencegah adanya peristiwa yang sama terulang di pasar negara berkembang, the Fed AS harus berkomunikasi dengan kebijakan yang jelas bisa dibaca.

Namun, kekhawatiran tampaknya telah mereda baru-baru ini .

Basri menjelaskan bahwa penerbitan obligasi pemerintah Indonesia $ 4 milliar pada Januari- menjadi penjualan terbesar sepanjang sejarah penjualan obligasi dolar AS di Asia sejak tahun 1998 - sebagai tanda kemajuan. Indonesia berhasil mengeluarkan $ 2 miliar obligasi dengan tenor 10 tahun untuk bunga 5,95 persen dan $ 2 milyar sekuritas dengan tenor dalam 30 tahun dan bunga 6,85 persen.

"Jika investor masih percaya negara ini akan ada dalam 30 tahun lagi, maka itu berarti kepercayaan itu masih ada," katanya.

Selain itu, rupiah yang berkinerja terburuk di dunia tahun lalu - telah mengadakan perubahan penting, naik 5,5 terhadap dolar AS sampai saat ini.

"Jika Anda melihat kesamaan antara India, Turki, Afrika Selatan, Indonesia, Brasil, kami punya masalah baik dalam defisit transaksi berjalan atau keseimbangan fiskal, jadi kita perlu untuk merapihkan diri sendiri, saya setuju dengan itu," tambahnya.

"Tapi setelah kita selesaikan merapihkan rumah sendiri, maka penting kiranya berkomunikasi yang lebih baik (dengan the Fed) ini karena kebijakan yang dilakukan ada dampak pada pasar negara berkembang," ujar Basri kembali seraya menjelaskan bahwa komunikasi antara Indonesia dengan the Fed telah meningkat selama beberapa bulan terakhir.***Fey (CNBC)