Menkeu: Kita Belum Berani Naikkan Pajak Orang Kaya

Menkeu: Kita Belum Berani Naikkan Pajak Orang Kaya

Menteri keuangan Bambang Brojonegoro, usai rapat dengan Presiden Jokowi terus berupaya mencari celah untuk menggenjot penerimaan pajak. Menurut analisanya, saat ini yang belum mwlembayar pajak secara optimal adalah golongan kaya. 

 

Sayangnya, Bambang mengungkapkan Indonesia belum siap menerapkan pajak progresif bagi golongan masyarakat tertentu (golongan kaya) seperti yang diterapkan negara maju. Jika pajak itu ddipaksa diterapkan di Indonesia maka golongan yang kaya bisa pindah kewarganegaraan sehingga justru akan merugikan keuangan negara.

 

"Indonesia masih butuh orang kaya untuk bayar pajak," ujar Bambang di Gedung Kementerian Keuangan, Kamis (30/10).

 

Bambang berujar, daripada sekedar memainkan tarif pajak, Bambang menilai lebih baik Indonesia memperbaiki sistem penarikan pajak. "Jadi pastikan orang kaya itu bayar pajaknya sudah sesuai atau tidak," katanya.

 

Bambang mencontohkan, penetapan pajak progresiff bagi golongan kaya, dalam praktiknya di negara maju justru memicu eksodus wajib pajak berpendapatan tinggi ke negara lain. Meskipun secara analisa penerapan pajak progresif bagi si kaya bagus untuk pemerataan pendapatan masyarkat.

 

"Di Perancis misalnya, yang menerapkan pajak progresif 70 persen yang artinya tiga perempat pendapatan orang kaya untuk bayar pajak. Akibatnya banyak orang kaya yang pindah warga negara, seperti ada artis Perancis pindah ke Rusia, lalu Louis Vuitton pindah ke Belgia," paparnya

 

Menkeu menambahkan, saat ini yang dibutuhkan bukanlah peraturan demikian, dan jangan sampai pemerintah saat ini, mengeluarkan kebijakan yang terkesan menekan kelompok masyarakat tertentu. Sehingga menurut Bambang bisa meninggalkan lubang yang bisa dimanfaatkan untuk menghindari ketentuan. *** kinaya (CNN)