Mengenal Astro Finance, Zodiak Keuangan, Astrologi Finansial, Darimana Kita Mulai?

Mengenal Astro Finance, Zodiak Keuangan, Astrologi Finansial, Darimana Kita Mulai?

Apakah Anda mengenal Sir William Delbert Gann atau lebih dikenal WD Gann, seorang trader di Wall Street New York pada era 1920an, yang catatan transaksinya cukup spektakular bahkan jika dibandingkan dengan fund manager lainnya hingga era ini. Sebagai salah satu contoh, pada tahun 1933 Mr Gann melakukan 479 kali transaksi perdagangan sepanjang tahun, dengan 422 transaksi menghasilkan profit dan yang rugi 57 transaksi, dengan total ROI yang luar biasa yakni sebesar +/- 4000% dalam satu tahun.

 

Dan tahukah Anda bahwa metoda peramalan pasar (market forecasting) yang dilakukan oleh Gann adalah didasarkan pada astrologi (ilmu perbintangan), dan sacred geometry (geometri agung).

 

Tentu saja metodologi yang digunakan Gann tidak dipublikasi untuk khalayak. Meskipun ada sedikit dari karyanya yang sudah didokumentasikan dalam bentuk buku maupun artikel di surat kabar.

 

Gann dikenal sebagai seorang Astrologer dan juga Freemason, sehingga banyak investor berspekulasi bahwa tehnik investasinya masih disimpan secara rahasia oleh para Mason di Masonic Temple (Kuil Mason) dan memang tidak diperuntukkan untuk umum.

 

Salah satu penemuan Gann yang luar biasa adalah metoda peramalan jangka panjang, menengah dan pendek yang sangat akurat. Dengan penguasaan teknik ini Gann dapat dengan leluasa mengatur portofolionya dengan standar deviasi resiko yang sangat rendah.

 

Inilah Astro Finance, dan inilah salah satu pendekatan yang kami lakukan di ZodiakKeuangan.com. Di Indonesia AstroFinance memang belum dikenal, akan tetapi di negara-negara maju seperti Amerika, Jerman dan Inggris, pendekatan AstroFinance sudah dikenal sejak  beberapa abad silam. Dan dari sekian banyak fund managers (pengelola dana) dan traders, WD Gan adalah salah satu legenda di pasar keuangan Amerika Serikat.

 

Sejarah Astrologi

Astrology sebagai sebuah keilmuan memiliki sejarah panjang yang lahir di India kurang lebih 5.000 tahun sebelum masehi (+/- 7.000 tahun yang lalu) berbarengan dengan turunnya kitab suci umat Hindu yaitu Wedha/Vedas.  Astrologi kemudian dikembangkan lebih lanjut di timur tengah oleh Babylonian, Egyptian dan Sumerian. Sungguh mengagumkan memang, bahwa Astrologer pada kurun waktu tersebut sudah memiliki pengetahuan tentang planet yang sangat jauh seperti Pluto, Neptunus dan Jupiter dengan sangat detail.

 

Pengembangan lebih lanjut dari Astrologi dilakukan kebanyakan oleh ilmuwan kerajaan Romawi seperti Claudius Ptolemy, Phytagoras, Plato, Archimedes yang pada gilirannya juga dikembangkan oleh para filsuf dan ilmuwan Islam seperti AlBiruni dan Ibnu Sina.

 

Astrologi mulai diperkenalkan di Eropa ialah pada jaman kegelapan (Dark Ages of Europe). Salah satu Astrologer awal di Eropa pada abad ke 16 yang memang mempelajari dengan seksama pengetahuan kuno dari jazirah Arab ini adalah Michel Nostardamus. Karya Nostradamus juga menjadi legenda bahkan sampai saat ini yag terkenal dengan karyanya yang berjudul “Centuries”, “Sixains” dan “Presages” yang berisikan lebih dari 1.000 Quatrains (paragraph kriptik).   

 

Astrologer lain yang cukup melegenda dari Eropa ialah Leonardo Da Vinci yang kemudian terkenal dengan karyanya dalam bentuk lukisan “Monalisa”. Sebetulnya pesan yang ingin disampaikan oleh DaVinci adalah bukan pada lukisan Monalisa tersebut, melainkan bagaimana efek perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya yang mengikuti garis matahari (Sun Line). Seperti kita ketahui bahwa Leonardo Davinci adalah seorang berkebangsaan Italia, akan tetapi pindah ke Paris mengikuti garis mataharinya dan menjadi masyhur dengan karyanya di Paris. DaVinci adalah pencetus awal keilmuan “AstroCartoGraphy (ACG)” yang berfokuskan kepada  pemetaan medan elektromagnetik di bumi berdasarkan zodiak koordinat dari lokasi tersebut.

 

Selain itu banyak juga spekulasi yang mengatakan bahwa Adolf Hitler adalah juga seorang Astrologer mengingat kedekatan beliau dengan Alfred Witte, seorang Astrologer modern Jerman yang kemudian mendirikan Hamburg School of Astrology yang pada saat ini dikenal dengan nama “Uranian Astrology” atau juga dikenal dengan nama “Cosmobiology”. 

 

Investasi pasar modal memang menjanjikan beberapa keuntungan. Selain penghasilan dividend income yang didapat dari selisih harga (capital gain), maupun dari tax benefit. Akan tetapi sejarah membuktikan bahwa hanya sedikit investor yang secara konsisten mendapatkan keuntungan tinggi dalam berinvestasi di pasar modal. Tentunya hal ini menjadi pertanyaan apakah pendekatan yang digunakan sehingga bisa menghasilkan Return on Investment yang jauh melampaui bunga deposito, government bonds yield, ataupun hasil terbaik dari investasi campuran (reksa dana). Selain investasi tersebut harus mampu menjaga parameter resiko (risk parameter), sehingga downside potential (potensi rugi) dapat terkelola dengan baik. Di sinilah aplikasi Astro Finance bermain! 

 

Bagus Panuntun MBA, CFP, CPEP

masbagusp@gmail.com – ZodiakKeuangan.com