Malaysia Himbau Nelayan Lokal Patuhi Peraturan Laut RI

Malaysia Himbau Nelayan Lokal Patuhi Peraturan Laut RI

Pemerintah Diraja Malaysia, menghimbau para nelayan lokal Malaysia, untuk mematuhi peraturan batas wilayah laut antara Indonesia dan Malaysia. Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yakob menghimbau, para nelayan malaysia sebaiknya tidak menangkap ikan di dekat tapal batas kedua negara atau bahakan masuk ke wilayah perairan Indonesia. 

 

Pasalnya hal tersebut akan memicu konflik antara Indonesia dengan Malaysia. Para nelayan Malaysia, bisa saja ditangakp oleh pihak berwenang dari Indonesia yang akan berbuntut pada tindakan hukum.

 

Ismail menambahkan, Perintah Indonesia tak salah melakukan tindakan tegas terhadap para nelayan ilegal yang melakukan penangkapan ikan diwilayah perairan Indonesia. Semua negara melakukan hal tersebut karena menyangkut masalah kedaulatan. 

 

Ismail mencontohkan, Malaysia juga melakukan hal yang sama. Malaysia mempunyai undang-undang untuk menghadapi nelayan asing yang memasuki perairan Malaysia

 

"Pihak manapun yang menerobos masuk perairan Malaysia akan dihadapkan ke pengadilan dan dikenai denda RM1 juta (setara Rp3,4 miliar) untuk tekong dan RM500 ribu (setara Rp1,7 miliar) untuk awak kapal atau penjara, sementara kapal mereka akan dilucuti oleh pengadilan dan dihancurkan," katanya seperti dikutip harian Kosmo, Jumat, 16/1/2015.

 

Sampai saat ini pemerintah Malaysia telah menghancurkan 24 kapal dari Thailand, Vietnam dan Indonesia. Kapal tersebut telah dihancurkan dan ditenggelamkan ke dasar laut.

 

"Disebabkan itu, kita tidak marah dengan pihak Indonesia. Karena kita juga akan marah terhadap nelayan Vietnam yang melanggar ke zona A perairan negara ini dengan menggunakan kapal pukat. Rasa benci dan sakit hati kita ini juga dirasakan oleh nelayan Indonesia," katanya. *** kinaya (antara)