Mahkamah Partai Golkar Menangkan Agung Laksono, Kubu Ical Tetap Pantang Menyerah

Mahkamah Partai Golkar Menangkan Agung Laksono, Kubu Ical Tetap Pantang Menyerah

Angin perhatian politik media mendadak bertiup keras ke arah kubu beringin. Setelah mahkamah partai Golkar dalam amar putusannya memenangkan Munas kubu Agung Laksono, laiknya suatu pemenangan langsung bersorak gembira usai majelis Mahkamah Partai Golkar membacakan keputusannya. Meskipund dalam pembacaan amar terdapat perbedaan pendapat dari majelis mahkamah partai.

Kemenangan ini sontak disambut gempita oleh Ketua Umum Golkar Munas Jakarta, Agung Laksono setelah dualisme kepengurusan yang melelahkan dengan icumbent yang dikukuhkan kembali sebagai ketua umum versi Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical).

Dengan keputusan ini Agung tidak akan menunggu waktu untuk segera mendaftarkannya ke Kemenkum HAM, Rabu (04/03) besok.

"Besok kami ajukan ke Kemenkum HAM," jelas Agung di kantor DPP Golkar, Selasa (03/03).

Apa yang Agung lakukan selanjutnya, tentu saja merapatkan barisan walau dengan istilah persiapan Pilkada, namun ini diyakini sebagai upaya pengukuhan dukungan dari daerah.

"Tugas utama kami untuk melakukan konsolidasi partai di tingkat daerah, kota, kabupaten, maupun provinsi. Untuk mempersiapkan segalanya baik pilkada maupun kepengurusan DPP," tambah Agung.

Walau memenangkan Munas Jakarta dengan rumusan lebih "demokratis" tak ayal keberadaan disentif opinion dari dua hakim, Muladi dan HAS Natabaya tidak dengan tegas memenangkan kubu Agung, dan berharap Agung lebih mengakomodir kepentingan Munas Bali.

Sodetan kecil keputusan itulah yang kini dieksploitasi oleh kubu Ical. Mereka sepakat membawa kasus ini lebih lanjut ke Mahkamah Agung, sebagaimana ungkapan Wakil Ketua Golkar kubu Ical Fadel Muhammad.

"Ini kan dua sama (imbang), setelah melihat data-data yang ada. Segera ke MA, dan Yusril Ihza Mahendra (Pengacara Kubu Ical) sudah ditugaskan mengajukan ke MA" Pungkasnya.***Red