Laut Indonesia Penuh Sampah, Ekosistem Laut Terancam

Laut Indonesia Penuh Sampah, Ekosistem Laut Terancam

Laut Indonesia penuh dengan sampah. Berdasarkan penelitian yang di terbitkan oleh Journal Science, indonesia memproduksi 3,2 juta ton sampah plastik pada 2010, dengan sekitar 1,29 juta ton yang berakhir di laut. Angka tersebut menempatkan Indonesia diposisi kedua setelah China, dengan 8,8 juta yang ton sampah, atau 27 persen dari sampah plastik global. 

 

Tempo.co melaporkan bahwa studi yang dilakukan oleh journak Science menemukan bahwa, sekitar 8 juta ton sampah plastik, berakhir di lautan dunia setiap tahun. Jumlah sampah plastik ini cukup untuk menutupi 34 kali area seukuran Manhattan dengan lapisan setinggi pergelangan kaki, 8 juta ton ini juga merupakan jumlah total sampah plastik yang diproduksi secara global pada tahun 1961. 

 

Para peneliti mengatakan kemungkinan besar masih ada lebih banyak lagi limbah di laut, karena diperkirakan 8 ton sampah plastik tersebut hanya datang dari populasi sekitar pesisir pantai di 192 negara. Tim peneliti, yang dipimpin oleh Jenna Jamback dari University of Georgia memperkirakan bahwa, orang-orang yang hidup sekitar 50 kilometer dari pantai menghasilkan sekitar 275 juta ton plastik pada tahun 2010. Sekitar 4,8-12.700.000 ton yang berakhir di laut.

 

Para ahli mengatakan tanpa perbaikan dalam pengelolaan limbah, jumlah limbah plastik dapat meningkatkan sepuluh kali lipat pada tahun 2025. Meningkatkan pengolahan limbah plastik di negara-negara dengan tingkat kesadaran akan membuang sampah yang buruk, diperkirakan bisa mengurangi sampah laut sebesar 41 persen dalam waktu 10 tahun. 

 

Perbaikan dalam pengolahan limbah di 10 negara dengan pengelolaan sampah plastik terburuk, juga dilaporkan dapat mengurangi sampah plastik yang dibuang di laut setiap tahun hingga 6,4 ton pada tahun 2025. 

 

Merusak Ekosistem Laut .

 

Sampah plastik yang terbawa ke laut akan menumpuk di bagian bawah laut. Menurut para peneliti dari Natural History Museum di London yang dipimpin oleh Lucy Woodall pada Desember 2014 melaporkan, sampah plastik mikro yang terakumulasi dalam sedimen laut dalam pada kedalaman 3.000 meter sangat merusak. "Limbah di laut adalah masalah serius. Ada banyak polutan dan lebih banyak bahaya daripada yang pernah dibayangkan, "kata Woodall. 

 

"Kita harus mulai mengelola itu dengan mengurangi, daur ulang dan menggunakan kembali produk plastik." imbuhnya. 

 

Perlu penanganan dan perhatian lebih dari pemerintah dalam menangani masalh sampah plastik di laut ini, terutama untuk negara kelautan seperti Indonesia. Jika dibiarkan, dalam 10 tahun kedepan ekosistem laut indonesia akan rusak dan tercemar. 

 

Berikut ini 10 polusi laut terbesar dengan jutaan ton sampah plastik yang dibuang di laut setiap tahun. 1. Cina 8,8 juta ton 2. Indonesia 3.2 3. Filipina 1,9 4. Vietnam 1,8 5. Sri Lanka 1,6 6. Thailand 1.0 7. Mesir 1.0 8. Nigeria 0,9 9. Malaysia 0,9 10. Bangladesh 0,8. *** kny (jakarta globe)