Kurang Empati, Buzzer Pilpres Perang Twitt Saat Bencana dan Kecelakaan

Kurang Empati, Buzzer Pilpres Perang Twitt Saat Bencana dan Kecelakaan

Dunia transportasi udara Indonesia kembali berduka, Penerbangan Lion Air JT610 yang sedianya berangkat dari Bandara Soeta Provinsi Banten, ke Bandara Pangkal Pinang Provinsi Bangka-Belitung hilang kontak, disinyalir mengalami kecelakaan di laut Jawa, dekat dengan Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Dari penjelasan Badan SAR Nasional (Basarnas), pesawat tersebut kemungkinan besar terjun ke laut dan hanya menyisakan puing-puing, SAR masih mencari kemungkinan korban yang selamat dari kecelekaan tersebut. Pemerintah juga telah membentuk satgas serta posko darurat untuk menghubungi keluarga korban.

Namun, masih ada masyarakat ada yang menyikapi kejadian ini dengan gaya selebratif, terutama para buzzer politik, yang membagi-bagikankan serta membincangkan informasi kecelakaan ini di facebook, twitter, what’s app terkadang dengan emoticon tawa, humor, satir, bahkan perang kampanye pilpres dengan saling menyerang antar sesama buzzer.

Sempat tersiar kabar, bahwa pesawat tersebut sempat mendarat selamat di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta. Saat kabar tersebut dilepaskan oleh sekelompok buzzer lalu disikapi oleh buzzer lainnya bahwa kabar tersebut hoax, maka perang di sosmed tidak terelakan.

Kisah tersebut menjadi ironi yang lain, dari akrobatik para buzzer menyikapi segala musibah yang terjadi di Negara ini, seolah para buzzer hidup di ranah yang miskin etika dan nurani. Karena informasi diberlakukan sedemikian rupa sebagai alat untuk saling menyerang di tengah duka para korban, dan bangsa Indonesia pada umumnya.***