Ketika Jokowi Tiba-tiba Berziarah

Ketika Jokowi Tiba-tiba Berziarah

Dua hari ini media sangat sibuk memberitakan acara Jokowi yang nyekar ke makam Bung Karno. Kunjungan ke Blitar bersama Ketua Umum PDIP menuai banyak kritikan. Sebagai sosok yang sedang mendapatkan perhatian luar biasa dari masyarakat, apapun yang dilakukan Jokowi tak pernah luput dari perhatian. Serba salah memang, jika yang dilakukan Jokowi hal-hal yang positip maka dikatakan bahwa Jokowi memang kekasih media. Jika sedikit saja Jokowi salah, maka akan dikritik secara luar biasa. Seperti sang pemburu yang mendapatkan tangkapan. Beberapa partai politik menanyakan alasan Jokowi meninggalkan jam kerja. Jokowi juga dianggap tidak peduli dengan beberapa genangan air yang melanda Jakarta. Mereka mungkin lupa atau pura-pura lupa ketika banjir melanda Jakarta, Jokowi sering bekerja diluar jam kerja.



Yang menjadi pertanyaan justru kenapa mereka begitu perhatian dengan Jokowi? Cobalah kita berpikir secara obyektif. Adakah pejabat lain yang disoroti begitu tajam karena meninggalkan pekerjaan untuk beberapa jam?


Mungkin ini sebuah fenomena alamiah yang tak bisa ditutup-tutupi. Bagi lawan-lawan politiknya sepak terjang Jokowi menjadikan nervous dan membuat frustrasi. Sosok Jokowi  sangat membahayakan bagi lawan-lawan politinya di tahun 2014. Berbarengan dengan tanda-tanda yang semakin jelas bahwa Jokowi kemungkinan akan dicalonkan menjadi presiden oleh PDIP, maka momok Jokowi menjadi semakin menakutkan. Kesalahan-kesalahan Jokowi menjadi santapan empuk untuk mempengaruhi opini public. Sayangnya masyarakat sangat sulit untuk dipengaruhi memusuhi Jokowi.


Banyak kampanye hitam dilakukan. Isue-isue yang seolah-olah benar dengan menggunakan data-data kerap dimunculkan. Sasarannya adalah mempengaruhi kalangan yang melek teknologi. Mulai dari issue zionis, hingga issue korupsi pengadaan bus trans Jakarta. Saya bahkan sering mendapatkan kiriman puluhan email, biasanya setelah saya menulis tentang Jokowi di media online.  



Mengapa begitu banyak yang memuji Jokowi? Barangkali karena masyarakat menemukan tokoh dengan gaya yang sama sekali lain dari gaya-gaya pejabat pada umumnya. Sekalipun dari sisi kinerja Jokowi juga cukup baik, tapi kejujuran, ketulusan dan kedekatannya dengan masyarakat lah yang menyebabkan nama Jokowi begitu melambung. Masyarakat yang sudah sekian lama merindukan tokoh yang jujur, sepertinya telah menemukan sosok yang dimaksud. Banyak tokoh dan orang-orang pintar yang jauh lebih pandai dan pengalaman dari Jokowi. Tetapi adakah dari mereka yang jujur, tulus sehingga diterima masyarakat.
Sebagai bagian dari masyarakat yang mengagumi Jokowi, sesungguhnya juga menyesalkan kunjungan Jokowi ke Blitar. Mungkin banyak orang yang saat ini berpikiran sama dengan saya. Kita memilih tokoh, bukan berdasarkan latar belakang partainya. Maka ketika sebuah partai politik terlalu mengatur-atur pejabat yang sudah seharusnya melayani masyarakat kita juga pantas kecewa.

 

Tentang Penulis:

Nama                                 : Didie Setyadi Yusat

Penulis adalah Seorang Staff DJP dan Kini Tinggal di Solo.