Kenaikan Suku Bunga the Fed Belum Terealisasi, Pasar Domestik Sudah terguncang

Kenaikan Suku Bunga the Fed Belum Terealisasi, Pasar Domestik Sudah terguncang

Kenaikan suku bunga the fed belum terealisasi, namun sentimen pasar terhadap rencana tersebut sudah nampak salah satunya dengan merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang menembus angka 12.000 lebih bahkan dalam pekan ini menyentuh level 12.200.

 

Menurut Menteri Keuangan Chatib Basri, hal ini masih wajar, pasalnya pelaku pasar biasanya memberikan respon terhadap suatu kebijakan sebelum kebijakan tersebut terealisasi. Hal tersebut biasanya terjadi 6 bulan sebelum right issue dan akan kembali tenang setelah kebijakan ditetapkan.

 

"Biasanya pasar keuangan mem-price in 6 bulan lebih awal. Mungkin sekarang adalah cerminan dari begitu setidaknya persepsi pasar saat suku bunga dinaikkan," ujarnya di gedung Juanda,Kemenkeu, Senin (6/10/2014).

 

Chatib juga menambahkan, masyarakat tak perlu terlalu risau mengenai hal ini. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan akan menyiapkan antisipasinya.

 

"Ada dari sisi fiskal oleh pemerintah, ada dari sisi moneter dan intervensi dan ketersediaan di perbankan juga disiapkan. Tapi tentu tidak kita sampaikan lebih rinci," papar Chatib. 

 

Dari itu ketika Rupiah menyentuh level Rp12.200, Gubernur BI dan Kemenkeu mengungkapkan hal tersebut masih aman. "Secara umum, situasi terkendali dan masih dalam kontrol atau inline dengan apa yang diperkirakan, "Pemerintah melihat perkembangan dari sisi fiskal. Lagi pula defisit ABPBN terjaga di level aman. Sejauh ini terkendali dengan terjaga di bawah target 2,4% PDB (Produk Domestik Bruto)," pungkas Chatib.*** kinaya (detik, bisnis)