Kegaduhan Nasional Makin Merusak Konsentrasi Ekonomi

Kegaduhan Nasional Makin Merusak Konsentrasi Ekonomi

Mantan Kemenku Chatib "Dede" Basri, mengungkapkan dalam artikel terbaru di Chanel News Asia, Bahwa

"Kunci sukses Indonesia untuk mengatasi segala tantangan ekonomi sebagaimana yang beliau fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi ekonomi, peningkatan sumber daya manusia, membangun infrastruktur, meningkatkan tata kelola dan memobilisasi pendapatan pajak untuk belanja publik,"

Dede sebelumnya menyoroti resiko keuangan yang bisa menjatuhkan gerbong pertumbuhan Indonesia, disebutnya bahwa perekonomian nasional masih berada dalam kondisi ketidakpastian berkat volatilitas pasar keuangan, kondisi eksternal dalam hal ini masih menjadi ancaman utama, di mana pada suatu titik tertentu yang paling buruk, pemerintah akan bertindak drastis dan akhirnya membawa dampak tidak kecil terhadap kestabilan masyarakat.

Sudah pula menghadapi masalah serta ancaman volatilitas modal, terdapat pula ancaman dari dalam negeri, yakni kegaduhan nasional, mengikuti 'buruk'nya situasi politik akhir-akhir ini

Kegaduhan tersebut berputar di tema yang sama dan selalu berulang-ulang, melibatkan gerakan sektarian di negara ini, di mana kali ini mendapatkan tema baru, membela bendera tauhid.

Efek langsung terhadap pertumbuhan nasional, masih dapat diperdebatkan, namun negara ini tengah berupaya mengatasi Shortfall serta kesulitan pembiayaan nasional serta percepatan target-target menjelang pergantian presiden, tentunya ada alasan sangat besar mengapa Indonesia dibanding negara-negara lainnya, sangat membutuhkan kondisi politik yang lebih sejuk.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan telah mewanti-wanti shortfall pada tahun ini, yang merupakan rekor 10 tahun berturut-turut, "Kami perkirakan shortfall sekitar Rp 70-Rp 73 triliun," jelasnya sebagaimana dikutip CNBC.
Akan halnya, di tahun politik segala kegaduhan memang dapat menjadi sarana meraup suara, walau tidak pernah jelas benar, elektebilitas jenis apa yang disadarkan dari situasi gaduh.

Padahal sudah sejak dari awal sikap sebagian politisi ingin menghindari adanya kegaduhan, karena akan menyia-nyiakan konsentrasi serta produktifitas masyarakat. mengutip  Ketua Umum Partai Kebangkitan bangsa, Muhaimin Iskandar

"Energi yang semestinya ditumpahkan untuk berkompetisi dengan bangsa lain, malah terserap habis untuk berkonfrontasi dengan warga setanah air," 

2019 di depan mata, namun kegaduhan yang ditumbulkan oleh kelompok sektarian harus dapat diatasi oleh pemerintah, dibantu oleh para tokoh masyarakat, agar masyarakat tidak termakan segala isu-isu politik yang sengaja diciptakan untuk menganggu laju perekonomian bangsa.***