Kedelai Jatuhkan Harga Sawit, India Aji Mumpung Impor Sawit Indonesia 1.8 Metrik Ton

Kedelai Jatuhkan Harga Sawit, India Aji Mumpung Impor Sawit Indonesia 1.8 Metrik Ton

Ekspor minyak sawit dari Indonesia, produsen terbesar di dunia, pada bulan Juli ini naik ke level tertinggi sepanjang tahun berjalan setelah India meningkatkan pembelian demi membantu mengurangi stok yang outputnya turun.

Pengiriman naik 0,6 persen menjadi 1,8 juta metrik ton dari bulan Juni, menurut median estimasi dari lima perkebunan dan industri eksekutif yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Harga acuan berjangka di Kuala Lumpur mundur ke posisi lebih rendah sejak lima tahun di tengah perkiraan naikny aproduksi kedelai asal AS, di mana kedelai menjadi pesaing serius sawit karena dapat dibuat menjadi minyak alternatif, dan penggunaan yang lebih rendah dari perkiraan dari sawit di biofuel.

Penurunan harga ini pada akhirnya mendorong pembeli India untuk meningkatkan pembelian. Impor oleh pembeli terbesar di dunia naik 14 persen pada Juli dari tahun lalu.

"Penurunan harga mengangkat harapan bahwa permintaan akan meningkat," kata Joelianto, perdagangan direktur Sinar Mas Agro Resources and Technology di Jakarta. Produksi turun pada bulan Juli karena hari kerja yang lebih pendek karena liburan Idul Fitri.

harga Minyak kelapa sawit jatuh sebanyak 0,4 persen menjadi US$ 661 per ton di Bursa Malaysia Derivatif hari ini, level terendah sejak Oktober 2009.

Impor India naik menjadi 648.503 ton pada bulan Juli dari tahun sebelumnya, menurut Solvent Extractors Association yang berbasis di Mumbai. Pengiriman minyak lainnya juga naik, dengan impor minyak kedelai mentah naik 30 persen ke rekor 306.068 ton dan pengiriman minyak bunga matahari melonjak 80 persen menjadi 111.936 ton.

Ekspor dari Indonesia sebesar 1,8 juta ton bulan lalu akan menjadi yang terbesar sejak Desember, yang sebesar 2,02 juta ton. Indonesia menyumbang 48 persen dari ekspor global tahun lalu, menurut data dari Departemen Pertanian AS.

Output Indonesia akan menurun pada bulan Agustus lantaran masih terasanya efek dari hari raya Idul Fitri, jelas Derom Bangun, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia.

Adapun pasokan dapat stabil kembali pada bulan September dan jika itu tidak diikuti oleh kenaikan permintaan, harga akan turun lebih jauh, katanya.***Sumber (The Jakarta Globe)