Keamanan Bocor, Amerika Blokir Internet Explorer

Keamanan Bocor, Amerika Blokir Internet Explorer

Belum lama ini Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan himbauan kepada seluruh warganya untuk tidak menggunakan browser Internet Explorer (IE).


Pernyataan tersebut dirilis oleh Tim US-CERT dari Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat setelah menemukan adanya celah keamanan pada peramban online buatan Microsoft tersebut.


"Bisa membuat sistem yang digunakan diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tulis Tim US-CERT Depdagri AS pada laman resminya.


Mengenai rincian versi IE yang disarankan tidak dipakai adalah meliputi versi 6 hingga 11. Hampir semua seri IE mendapatkan serangan celah keamanan dengan tingkat bahaya yang merata.


Pihak Pemerintah AS sendiri hingga saat ini sudah memperingatkan Microsoft agar segera menambal lubang keamanan tersebut, jika tak ingin browser IE terus diblokir.


Hal ini tentu menjadi kabar buruk bagi Microsoft. Raksasa tekno tersebut kini harus bekerja ekstra keras menyelamatkan “nama baik” IE.


Pasalnya menurut situs NetMarket Share, browser yang telah dikembangkan sejak awal 90an tersebut hingga saat ini telah menjadi pilihan hampir setengah jumlah pengakses internet di seluruh dunia.


Pihak Microsoft menyatakan segera mengupayakan penambalan lubang keamanan. "Peretas yang berhasil mengeksploitasi celah keamanan ini bisa mengambil alih sepenuhnya sistem yang terkena pengaruh. Penyerang kemudian bisa menginstal program; melihat, mengubah atau menghapus data; atau membuat akun baru dengan hak sepenuhnya (administrator)," rilis resmi Microsoft pada Minggu (27/4/2014).


Namun bagi pengguna Windows XP, Microsoft menyatakan tidak dapat memberikan pacth penambal celah keamanan karena sudah tak lagi mendapatkan pembaharuan berkala sejak April 2014 lalu. ***mjd (sumber beritasatu)