Kata Dirjen Pajak Baru Soal Perolehan Pajak,: "Saya Bukan Peramal"

Kata Dirjen Pajak Baru Soal Perolehan Pajak,: "Saya Bukan Peramal"

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiastedi, selaku pengganti mantan Dirjen pajak Sigit Priadi Pramudito yang mengundurkan diri, mengaku akan meneruskan kerja keras Sigit Priadi dalam mengumpulkan pajak dalam jangka waktu yanh tersisa.

 

Ken berjanji akan berusaha keras meningkatkan pendapatan pajak sampai akhir 2015. Meksipun dipastikan tak akan memenuhi 100% target. Namun, Ken mengaku ia akan berusaha meskipun ia dia tidak mengetahui besaran pajak yang akan berhasil dikumpulkan nanti.

 

"Saya akan maksimal kejar penerimaan lebih besar dari bulan-bulan sebelumnya. Tapi saya tidak bisa meramal," kata Ken di kantornya seusai acara peringatan Hari Anti Korupsi, Jakarta, Kamis 3 Desember 2015.

 

Ken menambahkan, ia mendapatkan madat langsung dari Menteri Keuangan untuk menempati posisi tersebut sekaligus mengambil alih semua tanggung jawab Dirjen Pajak. Lebih lanjut ia mengatakan, Menkeu Bambang selaku atasannya masih optimis jika DJP mampu mengumpulkan pajak hingga 85-87 persen hingga akhir 2015. Meskipun banyak kalangan meprediksi DJP hanya akan mampu mecapai target 82% dari target pajak yang ditentukan. 

 

"Menteri perintahkan saya laksanakan demikian. Banyak kalangan bertanya, bisa tidak? Saya bilang Insya Allah," ujar Ken. 

 

Sebagai informasi, pada Selasa, 1 Desember 2015, Sigit Priadi Pramudiyo yang saat itu menjabat menjadi Direktur Jenderal Pajak mengundurkan diri dari jabatannya. Salah satu alasan pengunduran dirinya adalah dikarenakan ia tak berhasil memimpin Ditjen Pajak mencapai target.

 

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pesimistis bisa mengejar pajak Rp 400 triliun dalam sisa waktu satu bulan. Yang pasti, pemerintah sudah meramalkan shortfall atau selisih dari target pajak mencapai Rp 150 triliun.

 

Untuk mencapai target itu, Ditjen Pajak harus mengumpulkan minimal Rp 1.099 triliun. Sigit menghitung, penerimaan pajak hanya 80-82 persen pada akhir 2015 ini. Hingga 22 November 2015, realisasi pajak sekitar Rp 828,93 triliun, atau baru 64 persen dari total target yang terpancang pada APBNP 2015 sebesar Rp 1.294 triliun. *** kny (tempo)