Jokowi Ungkap Tingginya Kemiskinan di Indonesia

Jokowi Ungkap Tingginya Kemiskinan di Indonesia

Berpidato di rapat kerja nasional PDI Perjuangan, yang berlangsung di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/1/2016). Presiden Joko Widodo membeberken salah satu masalah terberat yang harus ia hadapi saat ini. Jokowi mengungkapkan, tingginya angka kemiskinan di Indonesia membuatnya sangat gelisah.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 28,51 juta orang atau 11,13% dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Bagi Jokowi ini adalah tantangan yang sangat besar.

 

"Tantangan kita adalah kemiskinan. Ini di depan mata kita. Angka yang ada sekarang katanya kurang lebih 11%. Tetapi dengan patokan apa. Patokannya kalau US$ 1 mungkin iya," kata Jokowi dalam rapat kerja nasional PDI Perjuangan di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/1/2016).

 

Namun sayangnya, garis kemiskinan internasional saat ini ditentukan sebesar US$ 1,25 dan US$ 2. Dan ini nantinya disesuaikan dengan kondisi negara tersebut berdasarkan mata uang yang dikombinasikan dengan basis data pengeluaran rumah tangga.

 

Lalu bila tolak ukurnya digeser ke 2%, maka tentu jumlah penduduk miskin di Indonesia menjadi lebih besar. Maka perlu berbagai upaya keras dari pemerintah agar semakin mengurangi jumlah penduduk miskin.

 

"Kalau patokannya US$ 2 menjadi angka yang sangat berbeda sekali. ini tantangan yang kita, kemiskinan,"kata Jokowi. 

 

Oleh sebab itu, untuk mengurangi penduduk miskin ia telah berusaha untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, yang diukur dari pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan aktivitas ekonomi ini dirinya akan mendorong belanja negara pada kegiatan yang bersifat produktif seperti pembangunan infrastruktur.

 

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, target angka kemiskinan berkurang menjadi 9-10%. Kemudian pengangguran di kisaran 5,2-5,5%, gini rasio 0,39 dan indeks pembangunan manusia 70,1.

 

"Dengan berbagai upaya yang kita lakukan, kita ingin angka kemiskinan dapat diturunkan" tegasnya. *** kny (detik)