Jokowi Setuju Target Pajak 2016 Direvisi

Jokowi Setuju Target Pajak 2016 Direvisi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang untuk merevisi target penerimaan pajak dalam Anggaran Pendaparan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp1.368 triliun. Hal ini mengacu pada realisasi penerimaan pajak sementara pada APBN-Perubahan 2016 yang mengalami kekurangan penerimaan (shortfall).

 

Saat ini pemerintah tengah menghitung, apakah target yang dicanangkan tersebut terlalu tinggi atau sebaliknya. Jokowi mengatakan, jika dimungkinkan pemerintah bakal merevisi target pajak tersebut pada pengajuan APBN-Perubahan 2016. 

 

" Pajak baru kita hitung lagi, kita evaluasi lagi". ujarnya di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (6/1/2016).

 

Jokowi menambahkan, perubahan target penerimaan pajak memang akan menunggu kondisi terakhir dan diajukan dalam APBN-Perubahan 2016.

 

"Kalau memang nanti targetnya naik berati nanti di APBN-P, kalau turun juga di APBN-P," tukas Jokowi.

 

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pendapatan negara sementara pada 2015 mencapai Rp1.491,5 triliun, atau 84,7% dari target yang dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp1.761,6 triliun.

 

Ini artinya terjadi shortfall pajak yang cukup besar yang tahun ini yakni mencapai hampir 20% dari target. Perevisian target pajak, diharapkan dapat memperingan kerja petugas pajak di tengah pelemahan ekonomi, selain itu revisi pajak juga akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi, menjaga iklim investasi, dan ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mereformasi sistem perpajakan yang kini tengah amburadul. **** kny (sindo, okezone)