Jokowi Paparkan Lima Masalah Ekonomi di DPR

Jokowi Paparkan Lima Masalah Ekonomi di DPR


Presiden Jokowi memaparkan lima masalah ekonomi nasional di hadapan para anggota DPR. Masalah pertama adalah pangan. Menurutnya, pemerintah saat ini belum bisa mencapai kedaulatan pangan karena masih mengandalkan impor.


“Kedaulatan pangan belum tercapai. Kita masih rentan gagal panen dan mudah diterpa ketidakstabilan harga pangan,” kata Jokowi dalam pidatonya di depan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Jumat (14/8).


Masalah kedua adalah transportasi massal yang masih sedikit. Ketiga, masalah di bidang maritim.


“Sementara di bidang maritim dan illegal fishing, pencurian ikan dan penjarahan sumber daya laut menyebabkan kerugian negara yang besar. Ini sudah mulai diperbaiki,” kata Jokowi.

Masalah selanjutnya adalah defisit energi yang menghambat pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan.


“Kita masih menghadapi masalah ketersediaan tenaga listrik untuk menopang kehidupan warga dan pembangunan ekonomi. Ditambah lagi, produksi bahan bakar minyak (BBM) masih defisit sekitar 600 ribu barel per hari,” jelasnya.
Menurutnya, kelima masalah tersebut harus bisa diatasi oleh Kabinet Kerja. Selain itu, ia juga meminta seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tidak membuat Indonesia terjebak ego.


“Hal ini tentu saja menghambat program aksi pembangunan, budaya kerja, semangat gotong royong, dan tumbuhnya karakter bangsa,” kata Jokowi.


Jokowi mengatakan, seluruh elemen bangsa ini harus optimistis dapat mengatasi semua masalah.


“Padahal kalau kita cermati lebih saksama, menipisnya nilai kesantunan dan tata krama, sekali lagi, menipisnya nilai kesantunan dan tatakrama, juga berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa,” kata dia.
***Sand (Cnnindonesia.com/Beritasatu.com)