Jokowi: Inilah yang Membuat Produk China Murah dan Kompetitif

Jokowi: Inilah yang Membuat Produk China Murah dan Kompetitif

Presiden Joko Widodo berharap Tiongkok bisa berperan sebagai mitra strategis untuk Indonesia selama masa pemerintahannya. Ia menyampaikan perihal ini secara langsung kepada Presiden Xi Jinping di Beijing (09/11).

"Hubungan Indonesia dan Tiongkok sudah beratus-ratus tahun lalu, dan ini merupakan modal kita untuk mempererat hubungan kita di masa-masa yang akan datang sebagai mitra strategis," kata Jokowi.

Ia juga berpendapat bahwa hubungan dengan Cina yang telah ratusan tahun ini bisa lebih konkret dalam pemerintahannya. "Kita ingin hubungan ini lebih dikonkretkan lagi sehingga nanti kedua negara mendapatkan keuntungan, dan juga rakyat Indonesia dan Tiongkok," jelasnya.

Dalam pertemuan ini, Jokowi mengundang Xi Jinping agar bisa hadir dalam peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Indonesia. "Kalau longgar, nanti kami juga mengundang yang mulia presiden untuk hadir di ulang tahun Asia Afrika yang ke-60," ujar Presiden.

Sementara itu, di sela agenda kunjungan APEC, Presiden Jokowi juga menyatakan rencananya untuk mengembangkan 24 pelabuhan baru dalam lima tahun ke dan belajar langsung dari Tianjin, Cina yang merupakan rumah bagi pelabuhan tersibuk di dunia, Pacific International Container Port.

"Rencananya kami akan mengembangkan 24 pelabuhan dalam lima tahun ini. Oleh sebab itu, mengapa kami ke Tianjin karena ini adalah salah satu pelabuhan terbesar. Arah pengembangan 50 tahun, 100 tahun sudah ada," aku Jokowi.

Jokowi juga berkeinginan untuk membangun pembangkit listrik mengingat di Cina hampir semua pelabuhan sudah langsung terintegrasi dengan pembangkit listrik. "Selalu mereka dalam membangun pelabuhan itu pasti terintegrasi. Pembangkit listrik ada, pelabuhan ada, zona industri menjadi satu," imbuhnya seraya mengatakan konsep ini dinilai lebih efisien.

"Ini yang harus kita pelajari, mengapa barang-barang mereka kompetitif dan murah. Salah satu alasannya karena terintegrasinya pelabuhan, pembangkit listrik, dan zona industri," paparnya.***intan (Sumber: Tempo)