Jokowi Benahi Pajak, Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan 7 persen

Jokowi Benahi Pajak, Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan 7 persen

Sri Mulyani Indrawati yang kini menjabat Direktur Pelaksana dan Direktur Operasi Bank Dunia, merasa Indonesia masih memiliki prospek cerah dan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen di era Jokowi sebagaimana diungkap juniornya di Kemenkeu, Chatib Basri akan nyata adanya.

Namun bukan sekedar keyakinan tanpa tindakan, setidaknya Sri memberikan syarat untuk mencapai poin tersebut pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mesti melaksanakan lima tahapan.

Tahapan normatif tersebut diungkapkan berkenaan dengan pertanyaan Oliver Tonby, Managing Partner South East Asia McKinsey&Company, yang meminta Sri Mulyani menjelaskan apakah prospek Indonesia masih bulish dalam acara gathering PT Bank Mandiri Tbk di Flute Restaurant-The National Museum, Singapura, Jumat (19/9).

1. Yakni tahapan pertama Jokowi mestikonsisten mencabut subsidi BBM dengan mengalokasikannya demi pembangunan infrastruktur.

2. Yang kedua Jokowi baginya wajib memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan. "Kartu Sehat dan Kartu Pintar yang hendak diperluas Jokowi ke seluruh warga Indonesia sudah tepat arah. Program itu sangat penting bagi rakyat kecil," jelas Sri.

3. Penyederhanaan dan reformasi birokrasi pada setiap jenjang pemerintahan. Birokasi bagi sri mesti luwes dan bisa diarahkan agar kebijakan pemerintah bisa berjalan.

4. Wajib meritokrasi dalam arti tidak boleh ada jual beli kursi jabatan.

5. Pembenahan penerimaan sistem pajak dengan penegakan hukum yang ketat. "Di negara maju pun masih ada penghindaran pajak. Tapi, harus diakui, di Indonesia penghindaran pajak masih sangat besar," keluh Sri Mulyani.

Adapun dalam kesempatan yang sama mantan Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil menyatakan bahwa pembangunan Indonesia bisa menjadi efektif. "Presiden terpilih Jokowi sudah menegaskan bahwa sebagian besar menteri berasal dari kalangan profesional," tukasnya.***Fey (sumber berita satu)