Jokowi Ajak Investor Singapura Untuk Ikut Revolusi Ekonomi Indonesia

Jokowi Ajak Investor Singapura Untuk Ikut Revolusi Ekonomi Indonesia

Indonesia siap mengakhiri booming komoditas dikarenakan momentumnya tepat di tengah-tengah penurunan siklus komoditas. Namun para investor yang berani ambil resiko ucap Presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam pertemuan bisnis Singapura-Indonesia akan menuai keuntungan yang besar.

"Hari ini, kita sekali lagi menghadapi masa yang penuh tantangan di Indonesia ... dunia tampak penuh ketidakpastian dan risiko. Apa artinya semua ini berarti bahwa saat ini adalah waktu untuk berinvestasi. Waktu terbaik untuk berinvestasi" Ujarnya di tengah lebih dari 150 CEO dalam acara yang diselenggarakan di Shangri La oleh Kamar Dagang Indonesia dan Industri, berkerjasama dengan Federasi Bisnis Singapura (28/07) - dengan tema "Awali Investasi" di mana "siklus ekonomi baru mulai".

Presiden menambahkan: "Booming komoditas telah berakhir Ledakan dari pasar negara berkembang telah berakhir.. Tapi revolusi media sosial telah dimulai Revolusi smartphone telah dimulai seluruh dunia, seluruh wilayah, dan juga di Indonesia."

Jokowi melanjutkan bercerita bahwa ketika ada krisis keuangan Asia pada tahun 1997, banyak investor yang masih berani lempar uang - dan investor Singapura ada di antara mereka.

"Hari ini, para investor (Singapura) membuat keuntungan sangat besar," tukas Jokowi.

Pertumbuhan kuartal pertama di Indonesia memang lemah terhitung 4,7 persen yang paling lambat dalam enam tahun terakhir. Ini dikarenakan turunnya permintaan pada b
atubara, gas alam dan sawit, yang mengikuti perlambatan di China.

Tapi Jokowi masih bullish: Perekonomian Indonesia akan berlipat ganda dalam waktu 10 tahun, atau paling lambat dalam waktu 15 tahun.

Adapun di lain pihak
pebisnis Singapura tertarik untuk berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia.***Red (Strait Times)