JK Wacanakan Pemotongan 2 jam Kerja Bagi Perempuan

JK Wacanakan Pemotongan 2 jam Kerja Bagi Perempuan

Wakil preesiden Jusuf Kalla (JK) memiliki wacana untuk memberikan insentif non-fiskal bagi para pekerja wanita terutama yang telah berumah tangga dan memiliki momongan, untuk pulang 2 jam lebih awal dari jadwal reguler. Agar bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak dan mengurus rumah tangga.

 

Wacana ini disampaikan JK kepada Ketua (Persatuan Umat Islam) PUI,Nurhasan Zaini. "JK mengusulkan satu jam sebelum masuk kantor dikurangi dan pulangnya juga lebih dipercepat satu jam. Bukan berarti membatasi peran wanita, tetapi agar lebih banyak memberikan perhatian untuk menyiapkan anak bangsa ke depan," ungkap Nurhasan.

 

Nurhasan juga menjelaskan, JK khawatir dengan perkembangan teknologi dan semakin pesatnya emansipasi wanita akan berdampak mengurangi fungsi mereoa sebagai ibu yang mengasuh anak dan mempersiapkan generasi bangsa.

 

"Hak-hak atau kewajiban wanita yang aktif sebagai pegawai negeri atau swasta itu porsinya dikurangi karena intinya wanita itu punya kewajiban untuk menyiapkan anak bangsa ke depan. Sehingga waktu, beliau mengurangi dua jam dalam sehari untuk berkantor," lanjut Nurhasan. 

 

JK mencontohkan negara-negara maju di dunia seperti Jepang telah menerapkan sistem ini bagi iburumah tangga yang berkarir. " Beliau mencontohkan di beberapa negara maju, dulu di Jepang begitu. Bukan berarti membatasi peran wanita tapi agar lebih banyak memberikan perhatian untuk menyiapkan anak bangsa ke depan,"

 

"Karena anak anak bangsa ke depan tanpa sentuhan ibu dan pikiran ibu dirumah saya pikir ini sentuhan yang menarik dari Pak JK. Jangan sampai penyiapan anak bangsa itu tidak bisa dengan teknologi karena peran ibu sebagai pendidik awal," lanjutnya. 

 

Kedatangan PUI ke kantor Wapres sendiri dalam rangka menyampaikan undangan secara lisan agar Wapres JK berkenan menghadiri muktamar PUI yang akan diselenggarakan di Palembang, 9-11 Januari 2015 mendatang. *** kinaya (detik, bisnis)