Jepang Turunkan Pajak Korporasi Untuk Tarik Investor

Jepang Turunkan Pajak Korporasi Untuk Tarik Investor

Pemerintah koalisi Jepang yang mendukung penuh pemerintahan perdana menteri Shinzo Abe. Pada Selasa 30/12/2014, menyepakati untuk melakukan reformasi pajak yang akan memangkas pajak penjualan perusahaan terkait upaya mereka untuk memicu pertumbuhan ekonomi Jepang yang tengah mengalami pelambatan.

 

Pajak ini rencananya akan mulai diterapkan pada April 2015 mendatang, Abe dan Partai Liberal Democratic serta mitra koalisinya Komeito mengatakan, rasio pajak akan dipangkas. Sehingga perhitungan fiskal tahun depan akan dimulai pada April 2015, dengan penurunan nilai pajak dari 34,62% menjadi 32.11% kemudian akan dipangkas lagi menjadi 31.33% di tahun berikutnya.

 

Parlemen Jepang berasumsi bahwa, dengan turunnya pajak perusahaan maka akan mendorong perusahaan- perusahaan untuk merekrut lebih banyak pekerja, menaikkan upah dan meningkatkan investasi.

 

“Dengan pemangkasan pajak ini, pemerintah berharap perusahaan - perusahaan dapat mengubah pola penggunaan dana dan investasi mereka. Kami memberi insentif pajak untuk mendorong peningkatan upah,” ungkap dewan parlemen yang memimpin sidang pajak, Takeshi Noda di Tokyo, Selasa (30/12/2014).

 

Menyiasati kehilangan dana tersebut, parlemen menyatakan siap mengelola bujet negara sebaik mungkin dan memperluas pendapatan pajak lain negara itu yang memang melampaui target beberapa tahun terakhir.

 

Sebagai tambahan, diantara negara maju dunia lainnya, pajak Negeri Matahari Terbit saat ini merupakan yang terbesar dengan besaran 34,6%. Negara-negara maju yang tergabung dalam Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada umumnya menetapkan pajak korporasi sebesar 25%. *** Kinaya (Bloombreg, Reuters)