Jelang Taper The Fed, Rupiah Makin Turun

Jelang Taper The Fed, Rupiah Makin Turun

Rupiah Indonesia turun ke level terendah sejak 2008 akibat kekhawatiran adanya kekurangan mata uang asing di pasar lokal, dan akan memburuknya situasi karena Federal Reserve memotong stimulus.

 

Mata uang lokal ini telah kehilangan nilai 0,8 persen sejak 18 Desember, ketika Fed mengatakan akan memangkas pembelian utang bulanan, yang telah memacu aliran dana ke emerging markets, sebesar $ 10 miliar sampai $ 75 miliar dari Januari. Obligasi dolar pemerintah Indonesia turun karena memasarkan sekuritas baru kepada investor global. Pemerintah menawarkan 10 dan 30 - tahun untuk pembeli asing, di mana menurut banyak orang akan akrab dengan masalah.

 

"Keprihatinan Fed tapering lebih lanjut telah membuat investor lebih memilih dolar, memperburuk kekurangan pasokan on shore," kata Billie Fuliangsahar, kepala keuangan di PT Rabobank International Indonesia di Jakarta, Selasa ini (07/01/2014). "Selera pada aset Indonesia harus membaik, dan inilah yang akan menjadi positif bagi rupiah." Tambahnya

 

Sebagaimana yang ditunjukkan dari bank lokal nilai tukar rupiah turun 0,7 persen menjadi 12.265 per dolar pada 10:55 di Jakarta. Sebelumnya pernah mencapai 12.285, dan ini tingkatan terlemah sejak Desember 2008.

 

Di pasar luar negeri, selama satu bulan ke depan non-deliverable naik 0,1 persen menjadi 12.288 per dolar, diperdagangkan 0,2 persen lebih lemah dari kurs spot on shore. Berdasarkan asosiasi Bank di Singapura, Ketetapan pilihan nilai rupiah disetel pada posisi 12.158 per dolar hari ini, dari posisi 12.138 per dollar kemarin.

 

Menurut survei Bloomberg News terhadap para ekonom, setelah Fed mengumumkan penurunan bulan lalu, para pembuat kebijakan di bank sentral AS, akan dijadwalkan bertemu pada bulan ini. Dari pertemuan itu diperkirakan akan ada upaya memangkas pembelian utang $ 10 milliar, bertahap selama tujuh pertemuan berikutnya sebelum mengakhirinya pada bulan Desember.*** Fey-Bloomberg.