Jelang Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Dipastikan Melejit

Jelang Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Dipastikan Melejit

Mendekati bulan puasa atau ramadhan, pemerintah memprediksi akan terjadi kenaikan sejumlah bahan pokok terutama gula, cabai dan bawang merah. Menteri perekonomian Sofyan djalil menegaskan, meski tiga bulan pertama tahun 2015 terjadi deflasi, namun bulan April terjadi inflasi sebesar 0,36 persen.

 

Dan inflasi ini diprediksi akan bakalan terus berlajut karena mendekati awal bulan puasa. Dimana biasanya selalu terjadi ketimpangan antara supply and demand. Yang mana permintaan akan selalu lebih tinggi dari pasokan sehingga menyebabkan harga merangkak naik.

 

Yang terpenting, menurut menteri Sofyan, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok tersebut masih dalam taraf wajar hingga lebaran nanti. "Paling penting kita jaga bulan lebaran," ujar Sofjan di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

 

Ia menambahkan, saat ini pemerintah sedikit lega karena kebutuhan pokok berupa besar stoknya aman karena baru saja panen raya. Ia memastikan harga beras tak akan naik signifikan saat puasa dan lebaran nanti. Hanya beberapa kebutuhan seperti gula, cabai dan bawang merah saja yang diperkirakan nanti juni-juli akan mengalami kenaikan. 

 

"Harga beras, konsumsi masyarakat seperti gula, cabai, bawang merah. Tapi saat ini kan beras turun," kata Sofjan.

 

Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar memang bksas terjadi. Dan biasanya, pemerintah akan menyiasatinya dengan melakukan operasi pasar untuk kembali menstabilkan harganya. Namun, untuk tahun ini operasi pasar baru akan dilakukan jika kenaikan harga kebutuhan pokok benar-benar diluar dugaan. *** kinaya (tribunenews)