Jakarta Pasang Target Penerimaan Pajak 32,5 Triliun

Jakarta Pasang Target Penerimaan Pajak 32,5 Triliun

Fiskal.co.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) optimis pendapatan pajak Jakarta tahun 2014 ditargetkan mencapai Rp 32,5 triliun.


Hal tersebut diperjelas oleh Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi yang mengatakan target pajak meningkat cukup signifikan dibanding tahun lalu.


"Meningkat drastis 42 persen dari target tahun 2013, sebesar Rp 22,6 triliun," ujar Iwan pada Kamis (3/4/2014) kemarin.


Penerimaan tersebut dirinci menjadi Rp 5,15 triliun dari pajak kendaraan bermotor, Rp 6,4 triliun dari bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), Rp 1,2 triliun dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan Rp 120 miliar yang berasal dari pajak air tanah.


Selian itu pajak dengan nilai cukup besar lainnya adalah pajak bumi dan bangunan (PBB) mencapai Rp 6,5 triliun dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang mencapai Rp 5 triliun.


Iwan menambahkan peningkatan tersebut dinilai cukup wajar melihat perkembangan pendapatkan pajak Jakarta yang terus meningkat sejak tahun 2011.


Pada tahun 2011 Pemda Jakarta menargetkan pendapatan pajak Rp 13,96 triliun dan realisasinya sebesar Rp 15,22 triliun. Demikian juga tahun 2012 dengan nilai realisasi Rp 17,72 triliun dari target Rp 13,96 triliun.


Namun dari keberhasilan pencapaian pajak tersebut, pihaknya menyatakan masih menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah minimnya minat wajib pajak ibukota dalam menggunakan fasilitas pembayaran via pajak online.


Selain itu masalah pelanggaran pajak juga masih banyak ditemukan pada beberapa jenis usaha. "Untuk pengusaha hotel, restoran, tempat hiburan, kita rekomendasikan kepada Dinas Pariwisata untuk mencabut izin usaha mereka," tegasnya.***[mjd]