Investasi Properti di India tak Berarti Tanpa Revolusi Pajak

Investasi Properti di India tak Berarti Tanpa Revolusi Pajak

Pemerintah India telah mengeluarkan peraturan baru perihal Real Estate Investment Trust (REIT) atau Dana Investasi Real Estate. Dengan adanya peraturan baru ini, pemerintah India berharap akan adanya angin segar kedalam Investasi Real Estate India hingga US$ 20 miliar.

 

Namun di perkiraan rencana pemerintah India ini akan sulit terealisasi dengan peraturan pajak properti yang ada saat ini. Para pelaku industri properti berharap pemerintah India mau merivisi peraturan pajak yang menyulitkan. Aturan perpajakan yang ada saat ini tidak mampu menarik investor properti dengan waktu kurang dari tiga tahun.

 

Selain itu para investor juga khawatir mengenai transparansi retribusi yang harus dibayarkan. Apalagi harga aset properti sering buram atau tidak memiliki patokan yang jelas.

 

"REIT tidak bisa lepas landas di India sampai adaperubahan rezim pajak, sampai masalah ini diselesaikan, tidak banyak insentif bagi pengembang untuk mengikuti REITs" kata Anshuman Magazine, Ketua CBRE Asia Selatan Pvt., dalam sebuah wawancara telepon dari New Delhi.

 

Pada 26 September lalu, regulator bursa di India, The Securities and Exchange India, merilis aturan untuk menerbitkan REIT. Dalam aturan REIT tersebut, aset yang dimiliki setidaknya bernilai 5 miliar rupee (US$ 82 juta) dan investor harus memasukkan modal minimal 200.000 rupee.

 

Ini tentu sqja memberatkan sehingga timbul tanggapan negatif dari beberapa pihak ini, REIT yang awalnya diharapkan bisa memberikan investor kemampuan untuk berpartisipasi di pasar properti tanpa investasi langsung, serta menyediakan sumber dana baru untuk para pengembang di India dalam membangun mal dan gedung perkantoran di pastikan akan menemui banyak kendala. 

 

Kendala itu juga berlaku untuk rencana Perdana Menteri Narendra Modi dalam menghidupkan kembali ekonomi India yang merupakan nomor tiga terbesar di Asia. *** kinaya (Bloombreg,kontan)