Investasi Menurun, Defisit Perdagangan September Lampaui Perkiraan

Investasi Menurun, Defisit Perdagangan September Lampaui Perkiraan
Sudah diduga sebelumnya, hiruk pikuk politik yang sedikit memperlihatkan pencerahan di Indonesia turut menjadikan adanya defisit perdagangan yang lebih luas dari yang diperkirakan para pengamat sebelumnya. Defisit sebagaimana data Senin (03/11) terjadi sebesar $ 270 juta pada bulan Septembersebagian karena investasi yang lemah.

Ekspor Indonesia mencapai US$ 15.28 milliar pada bulan September, naik 3,9dari tahun sebelumnya, sedangkan impor melaju $ 15.55 miliar naik 0,2%, sebagaimana dicatatkan Badan Pusat StatistikIndonesia lantas mencatatkan defisit perdagangan sebesar $ 1.66 miliar pada tahun ini hingga September

Perkiraan median dari 10 ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal pada defisit bulanan dipersempit menjadi $ 135 juta dari revisi $ 312 juta pada bulan Agustusdidukung oleh diperbolehkannya kembali ekspor konsentrat tembaga dari unit lokal Freeport-McMoRan Copper & Gold dan Newmont Mining

Namun, impor pada barang modal tetap lambanInvestasi asing di Indonesia walau bertambah tinggi, harus dihadapkan dengan pertumbuhan yang jatuh dalam satu tahun terakhir karena pertumbuhan ekonomi telah merosot ke lebih dari 5%. 

"Paling tidak, impor dan ekspor tidak jatuh lagi,kata Gundy Cahyadiekonom DBS"Perekonomian membutuhkan terus permintaan domestik yang kuat untuk bisa tetap ekspansi jangka menengah." Pungkasnya.***Fy (sumber WSJ)