Inilah Suasana Pelantikan Kabinet Kerja Jokowi-JK

Inilah Suasana Pelantikan Kabinet Kerja Jokowi-JK

Kompleks Istana Kepresidenan menyelenggarakan acara pelantikan Kabinet Kerja di hari Senin, 27 Oktober 2014. Kompleks yang biasanya sepi ini mulai ramai di pagi hari dengan kehadiran kendaraan operasional dari media elektronik. Puluhan wartawan pun berkumpul di depan pintu masuk Istana Negara.


Pada pelantikan di Istana Negara, menteri-menteri ini tak lagi hadir sendirian. Sebanyak 34 menteri dan 2 wakil menteri hadir dengan pasangannya. Ada pula yang hadir membawa anaknya.


Suasana pelantikan menteri ini tampak berbeda bila dibandingkan dengan masa pelantikan menteri di era pemerintahan sebelumnya.


Di masa pemerintahan sebelumnya, menteri laki-laki umumnya mengenakan jas hitam dan dasi saat pelantikan. Sedangkan menteri perempuan dan istri menteri mengenakan kebaya dan bersanggul. Namun, pada kali ini tak tampak jas, dasi, dan kebaya. Dari 8 orang menteri perempuan di Kabinet Kerja, hanya 1 orang yang mengenakan kebaya dan bersanggul.


Menteri ini kompak menggunakan kemeja batik dengan dasar warna cokelat. Menteri perempuan mengenakan batik dan dengan tatanan rambut biasa.


Menurut politisi PKB Marwan Jafar, perintah penggunaan batik datang langsung dari Presiden Jokowi kepada seluruh menteri yang akan dilantik. "Memang diminta pakai batik, diminta warna dasarnya cokelat," kata Marwan yang menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.


Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla tak mau kalah mengenakan batik dengan warna dasar cokelat. Tamu-tamu kehormatan seperti ketua MPR dan pimpinan DPR lainnya juga mengenakan kemeja batik.


Seusai pelantikan, Jokowi langsung menggelar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden. Dalam sidang perdana yang dihadiri seluruh menterinya, Jokowi meminta mereka untuk segera menunjukkan kinerja yang dapat langsung dirasakan oleh rakyat.


"Pertama, kami berikan penekanan bahwa rakyat sekarang sedang menunggu hasil kerja kita. Kita harus bekerja untuk rakyat sejak hari ini," ujar Jokowi di depan para menteri. "Yang sebelumnya vitaminnya tidak sampai ke rakyat, identifikasi agar vitaminnya bisa sampai ke rakyat," imbaunya.


"Bagi kementerian yang tidak berubah, langsung tancap gas, tidak usah tunggu apa-apa lagi," ujar dia. Ini diutarakan bagi Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang tidak mengalami perubahan.


Sementara itu, bagi kementerian baru, Jokowi meminta para menterinya untuk berkoordinasi dengan kementerian koordinator di atasnya serta Kementerian Sekretariat Negara, juga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.


"Tugas kita semua menjalankan visi dan misi presiden. Tidak ada lagi visi-misi menteri, yang ada program operasional menteri. Kita harus bekerja garis lurus yang akan saya sampaikan. Ego sektoral hentikan. Dan kita harus semua tradisi baru, lintas sektor, lintas kementerian. Tidak ada yang bisa dilakukan sendiri," tandas Jokowi. ***intan (sumber: Liputan6)