Indeks Saham Naik, Jepang dalam Mood Bagus

Indeks Saham Naik, Jepang dalam Mood Bagus

Fiskal.co.id - Tokyo. Harga saham meningkat di Asia dan diperdagangkan lebih rendah Senin pagi di Eropa dalam perdagangan pra-liburan, setelah indeks Nikkei 225 Jepang berakhir 2013 dengan level tertinggi mereka selama lebih dari enam tahun.

 

Indeks acuan Jepang naik 0,7 persen menjadi 16,291.31 pada hari Senin, dan ini merupakan penutupan tertinggi sejak akhir 2007. Sampai sampai Perdana Menteri Shinzo Abe pulang lebih awal dari liburan musim dingin untuk merayakan penutupan perdagangan harga saham akhir tahun ini.

 

"Dengan kegigihan upaya kami, ekonomi beranjak dari minus menjadi positif," Ujar Abe dalam acara penutupan Tokyo Stock Exchange in Tokyo Senin (30-12-2013) sebagaimana yang dilaporkan oleh AP. Dengan adanya bonus kenaikan beberapa ratus dolar rata-rata pada musim dingin ini, ia sarankan, "Anda harus gunakan uang itu tetap bergerak."

 

Lain di Jepang, lain di Eropa. Pada awal perdagangan Eropa, indeks DAX Jerman naik tipis 0,01 persen lebih rendah pada 9,589.17 sedangkan FTSE 100 juga merendah 0,03 persen pada kisaran di 6,747.20. CAC Perancis naik 0,2 persen menjadi 4,284.32.

 

Di Jepang. Likuiditas yang easy going dari belanja pemerintah dan kebijakan moneter yang ditujukan untuk memicu inflasi mendorong saham, meskipun potensi keuntungan ini tidak dapat diprediksi akan seberapa kuat. Yang jelas untuk saat ini, Abe dapat menunjukkan hasil "Abenomics” dengan saham sebagai bukti nya. Kebijakan nya diakui membuahkan hasil.

 

Saham Jepang juga akan akan mendapatkan dukungan dalam beberapa bulan mendatang dari rekening tabungan individu baru, yang disebut NISA , yang diharapkan untuk menarik porsi yang signifikan dari tabungan rumah tangga ke pasar. Secara umum selama sisa 2013, pasar ASIA memang telah berubah menjadi jauh lebih bersemangat.

 

Di tempat lain di Asia, saham naik di Australia, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, Malaysia , Taiwan, daratan Cina dan Selandia Baru. Tapi sayangnya saham India malah terjatuh. Adapun Pasar di Thailand dan Filipina tutup karena hari libur. Di pasar valuta asing, dolar diperdagangkan pada 105,376 yen Jepang, sementara euro jatuh ke $ 1,374 sen.***