IHSG Jatuh Lantaran Pasar Khawatir Perlambatan Pertumbuhan China

IHSG Jatuh Lantaran Pasar Khawatir Perlambatan Pertumbuhan China

Jargon anti aseng dan asing pada saat pemilu lalu memperlihatkan bahwa pemilih di Indonesia tidak pernah tahu apa apa. Anti Aseng berkaitan dengan sikap anti modal China masuk ke Indonesia.

Akan halnya apa arti dari sikap anti yang politis dan ignorant itu apabila mendengar bahwa bursa saham Indonesia jatuh ke angka terendah dalam satu minggu pada Selasa (23/9) karena pelaku pasar khawatir tentang pertumbuhan China yang lamban bahkan setelah survei swasta menunjukkan aktivitas pabrik di China tiba-tiba menurun di September.

IHSG turun ke angka 0,6 persen ke level penutupan terendah sejak 17 September.

Andri Zakarias, analis BNI Securities di Jakarta, mengatakan keprihatinan atas pertumbuhan ekonomi China masih dominan di pasar Indonesia.

"Ada kekhawatiran perlambatan permintaan untuk komoditas yang dapat mempengaruhi perusahaan di Indonesia," katanya. Namun, komoditas di seluruh wilayah melemah dari aksi jual baru-baru ini setelah survei awal HSBC menunjukkan aktivitas manufaktur China berkembang dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat bahkan sebagai ke angka yang terendah.

Di bagian Asia Tenggara lain, indeks saham utama Malaysia turun 0,3 persen dan menjadi penutupan terendah sejak 8 Agustus setelah menyentuh angka enam bulan terendah selama awal perdagangan.

Investor asing menjual $ 78.740.000 saham Malaysia pada Selasa (23/9).

Sementara itu, indeks saham Filipina 'turun 0,1 persen, sementara Vietnam juga mundur ke level terendah lebih dari satu bulan.

Singapura dan Thailand melawan tren, dengan saham yang berakhir stabil. Bangkok melihat arus masuk asing bersih sebesar $ 18,49 juta. ***intan (Sumber: Reuters)