Hingga September PHK di Indonesia Mencapai 25.506 Orang

Hingga September PHK di Indonesia Mencapai 25.506 Orang

Hingga awal bulan September ini jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 25.506 karyawan yang tersebar di sejumlah sektor. Jumlah in diperkirakan akan terus bertambah mengingat keadan ekonomi dan pelemahan ruapiah yang diprediksi akan terus berlanjut. Sampai saat ini, penyumbang terbesar PHK dalam negeri berasal dari perusahaan rokok.

 

Kenaikan cukai rokok yang diberlakukan pemerintah beberapa waktu yang lalu, dianggap telah memukul keras industri padat karya ini. Terutama industri rokok rumahan, misalnya di salah satu sentra industri rokok di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebanyak 13 ribu buruh rokok di wilayah tersebut mengalami PHK.

 

Karena PHK yang tinggi, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) untuk para karyawan yang di PHK pun meningkat tajam di bandingkan tahun 2014 lalu. Di kabupaten Malang sejak Agustus 2015 hingga awal September, BPJS Malang telah menerima klaim JHT hingga Rp. 125 miliar. 

 

Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah bertambahnya PHK ditengah pelemahan ekonomi dan Rupiah. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Gubernur dan bupati di seluruh provinsi di Indonesia agar mereka dapat berembuk dan berunding dengan perusahaan di wilayahnya yang akan melakukan PHK.

 

" Surat kepada gubernur dan bupati sudah kami kirimkan. Semua dilakukan agar mereka aktif memantau dan berkoordinasi dengan perusahaan" kata Hanif di Yogyakarta Sabtu siang 12 September 2015. *** kinaya (okezone, tempo)