Harga Kopi Turun, Petani Mulai Mengeluh

Harga Kopi Turun, Petani Mulai Mengeluh

Pertani kopi Arabika di Dairi, Sumatera Utara mengeluh kepada pemerintah daerah perihal turunya harga kopi Arabika. Tercatat saat ini harga kopi Arabika turun Rp. 7000 per kg menjadi hanya Rp. 17000 di pasar lokal.

 

"Harga terus turun sejak pertengahan Oktober. Dari Rp24.000 per kg di akhir September tinggal Rp17.000 per kilogram pertengahan November ini," kata Romel Sembiring petani berbagai komoditas Dairi di Medan, Sabtu, 14/11/2014.

 

Romel menambahkan, penurunan harga kopi ditengah panen besar ini membuat banyak petani kecewa karena mereka gagal mendapatkan keuntungan yang maksimal. "Jadi meski sedang panen, petani tidak menikmati keuntungan besar karena harga anjlok," jelasnya. 

 

Sebenarnya, penurunan harga di pasar lokal ini terjadi karena adanya penurunan ekspor kopi keluar negeri sehingga pasokan kopi di dalam negeri melimpah dan menekan harga jual.

Saat ini, kopi di pasar global juga tengah mengalami penurunan harga karena adanya panen besar di sejumlah negara produsen serta belum kondusif perekonomian global juga menjadi masalah penyebab turunnya harga kopi. 

 

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Andryanus Simarmata mengungkapkan, saat ini harga kopi global memang tengah mengalami penurunan, hanya kopi jenis Robusta saja yang mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 20000 menjadi Rp 23000.

 

"Kalau sekarang harga bisa turun, karena pasar lagi banyak kopi," pungkasnya. *** kinaya (antara,globe journal)