Hanura: Pemilu Serentak, 2019 Makin Banyak Capres

Hanura: Pemilu Serentak, 2019 Makin Banyak Capres

Fiskal.co.id, Jakarta – Salah satu partai peserta Pemilu 2014, Hanura menyatakan mendukung putusan Mahkamah Konstitusi terkait uji materi Undang Undang Pilpres. Dengan demikian penyatuan antara pemilihan legislative (Pileg) dengan pemilihan presiden (Pilpres) menjadi satu waktu pemilihan atau yang biasa disebut dengan istilah pemilu serentak dilaksanakan mulai 2019 dan seterusnya.


Dukungan Partai Hanura disampaikan langsung oleh Ketua DPP Hanura, Saleh Husin yang ditemui pada Kamis (24/1/2014). Dirinya menyatakan bahwa salah satu sisi positif yang mungkin akan hadir dengan diterapkannya pemilu serentak adalah akan muncul lebih banyak capres dengan kualitas yang lebih baik.


Dari informasi terakhir disebutkan bahwa, penerapan sistem pemilu serentak tersebut masih belum bisa diterapkan pada pemilu kali ini karena masih banyaknya persiapan yang harus dilakukan oleh semua pihak baik partai politik hingga pihak KPU sebagai penyelenggara. Sementara tahapan pemilu sudah memasuki masa kampanye menuju hari pencoblosan pada 9 April 2014.


Dengan sistem baru ini yang akan diimplementasikan pada pemilu mendatang, praktis waktu pencalonan presiden dari setiap parpol akan makin sempit. Hal ini dikarenakan pileg dilakukan bersamaan, dan pengajuan capres dari tiap parpol pun tidak akan mendapatkan imbas dari pileg. Hal ini membuat tiap parpol harus bisa benar-benar memikirkan dengan matang calon yang akan diangkat, karena hampir tidak ada waktu untuk mempertimbangkan lebih jauh mengenai calon yang akan maju.

 

Husin juga menambahkan bahwa UU tersebut bisa dikatakan sebagai perpanjangan tangan dari apa yang diatur dalam Pancasila, jadi semua pihak diharapkan bisa menerimanya dengan baik jika benar diterapkan nantinya. [mjd]