Hadapi Persaingan Ketat Coca Cola Amatil Belum Nyerah

Hadapi Persaingan Ketat Coca Cola Amatil Belum Nyerah

Coca-Cola Amatil Ltd mendapat keuntungan dari kenaikan pertumbuhan pendapatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, namun sejatinya mereka menghadapi persaingan dan biaya produksi yang lebih tinggi yang membuat mereka megap megap.

Coca-Cola Amatil yang berlisensi untuk menjual produk Coca-Cola Co di mana 29% sahamnya dimiliki oleh perusahaan AS lebih memilih concern pada pemasaran di Indonesia yang menjadi negara keempat terpadat penduduknya di dunia untuk menangkis persaingan ketat di negara-negara lain termasuk Peru dan Jepang.

Laba di divisi Coca-Cola Amatil Indonesia dan Papua Nugini turun lebih dari 80% tahun-ke-tahun dalam enam bulan sampai Juni.

Meningkatnya biaya bahan bakar dan UMR yang semakin naik di Indonesia ikut menekan perusahaan, sedangkan devaluasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Australia juga ikut mengurangi keuntungan lebih lanjut.

Selama bertahun-tahun, Indonesia memang menjadi sasaran operasi Coca-Cola Amatil, yang mencakup Selandia Baru dan Fiji.

Masyarakat Indonesia juga masih mengutamakan minum air bening dan teh, namun ada kecenderungan pula konsumsi minuman bersoda semakin meningkat sejalan bertambahnya kelas menengah.

Ekonomi Indonesia juga merupakan salah top performer di kawasan Asia.

Namun Coca Cola mendapatkan pesaing serius dari Peru Aje Group, dengan produk "murah" nya Big Cola, juga dengan Asahi Breweries Jepang yang membuat minuman teh bersoda.

Pada akhirnya Coca Cola harus melakukan
pemotongan harga terkait dengan persaingan yang ketat yang telah merugikan pendapatan mereka sendir.

Pada hari Rabu, perusahaan membukukan penurunan 16% laba bersih sebesar 182.3 juta dolar Australia untuk semester pertama fiskal nya.

"Lingkungan yang kompetitif di Indonesia telah berubah selama tiga tahun terakhir," kata Alison Watkins, direktur Coca-Cola Amatil sebagaimana dikutip Wall Street Journal (21/08)

"Ekonomi berkembang pesat, sehingga ada sejumlah pendatang (baru) ke pasar, dan Anda pastikan akan ada jalan terjal di sana."

Akan halnya
Watkins mengatakan Coca-Cola Amatil tetap berkomitmen untuk mengembangkan bisnis Indonesia dan bekerja sama dengan Coca-Cola Co pada strategi baru untuk meningkatkan keuntungan, karena harga murah menjadi raja di Indonesia.***Fey (sumber WSJ)