Golkar Banting Setir ke PDIP, Prabowo Terkejut

Golkar Banting Setir ke PDIP, Prabowo Terkejut

Masih segar dalam ingatan pertemuan dua helikopter menggagas koalisi kebangsaan antara Gerindra yang diwakili Prabowo Subianto, dengan Partai Golkar yang membawa ketua umumnya Aburizal Bakrie (Ical). Keduanya calon presiden partai masing masing.

Namun, sempat ada kesan Ical bersedia turun derajat menjadi cawapres Prabowo berdasarkan pertemuan mesra saling berkuda di rumah Prabowo di kota Bogor, kini malah Ical digemborkan bersedia untuk kehilangan posisinya, dan merelakan partainya mendukung koalisi Gubernur Jakarta Joko "Jokowi" Widodo, dengan alasan  berpotensi memberikan memenangkan pemilihan umum pada bulan Juli.

Sebagaimana yang diketahui sebelumnya, Jokowi sudah menetapkan dua nama calon wakil presiden untuk mendampinginya pada 9 juli kelak, dan itu minus, Aburizal Bakri.

Aburizal Bakrie, yang jugataipan lokal bertemu dengan Jokowi di dengan Ical di Pasar Gembrong, Jakarta Pusat, selasa (12/04) dan menjelaskan apa yang disebut "penilaian lebih lanjut dari kerja sama untuk mendukung Jokowi sebagai calon presiden."

Ical mengatakan partainya akan bersama dengan Partai Jokowi yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI - P), yang menduduki puncak pemilu legislatif bulan lalu dengan memperoleh 19 % dari suara rakyat.

Golkar sendiri menempati urutan kedua pada pemilu dengan sekitar 15 % suara, dan tidak seperti PDIP, partai dengan lambang beringin ini belum membentuk koalisi sendiri yang memenuhi electoral threshold yang diperlukan untuk mengajukan calon presiden.

"Pertemuan ini menandai kesamaan antara PDI - P dan Golkar, namun deklarasi resmi akan diumumkan segera," jelas Widodo dalam pertemuan tersebut seraya  memperingatkan bahwa pernyataan dukungan ini menampik adanya ketidak selarasan di dalam Partai Golkar sendiri. Walau demikian,

"Golkar masih terbelah secara internal," ungkap Yohanes Sulaiman, seorang dosen politik di Universitas Pertahanan Indonesia. "Tapi Golkar selalu dalam koalisi pemerintahan."ujarnya merujuk sisi fleksibilitas Golkar asalkan selalu berada dalam lingkaran kekuasaan.

Adapun Prabowo Subianto merasa terkejut dengan banting setir tiba tiba Golkar di tikungan, "Saya tidak tahu," kata Prabowo ketika dimintai tanggapan oleh jurnalis soal pertemuan Ical dengan Jokowi "Sudah ada deklarasi ya?" tanyanya lebih lanjut di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, dalam acara pertemuan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang gagal dilaksanakan Selasa malam (13/05).***Fey (sumber WSJ, Okezone)