Gairah Pasar Sukuk di Indonesia Masih Suam Suam Kuku

Gairah Pasar Sukuk di Indonesia Masih Suam Suam Kuku

Hong Kong, Indonesia dan Pakistan kini kewalahan memenuhi permintaan investor untuk itulah ketiganya meningkatkan niai gabungan hingga US $ 3,5 miliar pada pasar obligasi syariah yang tengah tumbuh cepat.

Tiga pokok sukuk asing, termasuk US $ 1 miliar yang direncanakan debutnya dari Hongkong Triple A ditetapkan sebelum akhir September sudah harus tersedia.

Beberapa emiten di Asia sebelumnya telah menargetkan pasar sukuk global  dan mereka mendapatkan kesempatan lebih bagus saat ada penawaran dari pemerintah di seluruh Asia mencari untuk menarik investor Islam dari pelbagai kawasan.

"Ada banyak investor Islam dari Timur Tengah yang mencari diversifikasi dan peluang investasi baru," kata Ahsan Ali, managing director dan kepala global untuk originasi Islam dari Standard Chartered Bank.

"Secara historis, investor kebanyakan investasi di Eropa dan Amerika Serikat, tetapi selama beberapa tahun terakhir, kami telah melihat tumbuhnya alokasi investasi ke Asia saat bergerak untuk mendiversifikasi aset," tambah Ali.

Indonesia sendiri yang merupakan rumah bagi penduduk Muslim terbesar di dunia, masih menjadi pemain biasa Asia dalam pasar sukuk global. Adapun Pakistan masih terlalu hijau lantaran baru aktif sejak tahun 2010 dan mencicipi pasar sukuk hanya sekali sebelumnya, pada tahun 2005. Akhirnya Malaysia lebih suka menargetkan pasar domestik sendiri.***Fey (sumber India Times)