FPI Serukan Kepung DPRD dan Demo Balai Kota Setiap Hari

FPI Serukan Kepung DPRD dan Demo Balai Kota Setiap Hari

Salim Umar Al-Attas atau Habib Selon, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Front Pembela Islam (FPI) di DKI Jakarta menyatakan bahwa FPI akan mengepung gedung DPRD bila Basuki Tjahaja Purnama tetap dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Selain mengepung, FPI juga melancarkan ancaman demo setiap hari saat Ahok sudah menjalankan perannya sebagai gubernur. "Demo setiap hari di Balai Kota. Warga Jakarta jangan mau tunduk sama Ahok," serunya.

Ancaman ketiga dari FPI adalah bahwa mereka menyiapkan gubernur tandingan. "Kami tetap mengajukan Fahrurrozi Ishaq, Koordinator Gerakan Masyarakat Jakarta, sebagai gubernur tandingan," ujarnya.

Sementara itu, terkait penolakan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Front Pembela Islam (FPI), anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jefry Un Banunaek memberikan komentarnya.

Menurut Jefry, Habib Rizieq sang Ketua FPI beserta para laskarnya harusnya melakukan studi banding ke NTT soal kebhinekaan.

“Saya anggota DPRD dari NTT mengundang Habib Rizieq dan FPI untuk datang studi banding ke NTT, guna melihat suasana kebersamaan dalam kehidupan yang harmonis. Walaupun kami di NTT mayoritas beragama Kristen, namun ketua DPRD kami berasal dari muslim. Harus diakui memang ada pro dan kontra, tetapi itu tidak sama seperti yang dilakukan oleh FPI,” terangnya.

Politisi ini mengatakan bahwa biarpun NTT disebut provinsi tertinggal, tetapi tidak miskin moral.

"Kami di NTT, semakin hari kian terbuka dan semakin terpupuk rasa saling menghargai. Perbedaan tentunya ada, tetapi itu harus dipakai untuk membangun, bukan malah menjatuhkan,” jelasnya.

Jefry menambahkan bahwa penolakan terhadap Ahok adalah bentuk perlawanan FPI pada konstitusi. Oleh karena itu, ia meminta FPI segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, jika memang masih mencoba menjadi pembela hal yang benar.

Jefry mengatakan, sudah bukan zamannya lagi membangun bangsa pakai otot. Sekarang zamannya pakai otak.

“Saya yakin FPI adalah organisasi yang lahir untuk membela yang benar. Hanya saja, FPI sekarang ini sudah ditunggangi untuk tujuan-tujuan tertentu yang sudah bukan menjadi tujuan awal FPI,” tutupnya. ***intan (Sumber: Tempo & Kompas)