Foto Gayus Tambunan Makan Di Restoran, Hebohkan Media Massa

Foto Gayus Tambunan Makan Di Restoran, Hebohkan Media Massa

Lini media massa dihebohkan dengan sebuah foto pria mirip terpidana kasus pajak Gayus Tambunan yang tengah berada di tempat makan bersama dua orang lain. Foto tersebut beredar di media sosial dan diunggah oleh akun bernama Tomy Unyu Unyu@tomy_agustinus dalam artikel berjudul 'Ketia Dua Celeb Kompasiana Terpesona kepada Koruptor'. Foto tersebut langsung menyedot perhatian karena terpidana kasus pajak itu masih berstatus tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung dengan masa tahanan 30 tahun. 

 

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, I.W. Sukerta langsung melakukan pengecekan, dan dari hasil penyelidikan pada 9 September lalu Gayus memang telah diberi izin untuk keluar lapas. Keluarnya Gayus dari Lapas Sukamiskin pada 9 September tersebut adalah untuk menghadiri sidang gugatan perceraian yang diajukan istri Gayus di Pengadilan Agama Jakarta Utara.

 

Meski begitu, Sukerta mengatakan pihaknya belum dapat menghubungkan antara foto yang beredar dengan izin keluarnya Gayus dari lapas pada 9 September lalu. Akan tetapi, Sukerta memastikan bahwa keluarnya Gayus dari lapas pada 9 September lalu telah sesuai dengan prosedur. Meski begitu, Sukerta mengatakan tahanan yang keluar dengan izin kemudian makan di tempat umum dinilai kurang pantas. 

 

Meski Sukerta mengakui bahwa kebutuhan makan merupakan hal yang manusiawi, tetapi dalam konteks seorang tahanan, Sukerta melihat hal tersebut kurang pantas dan merasa prihatin dengan adanya kejadian tersebut.

 

"Pemberian izin ada surat dari Pengadilan Agama diproses di lapas lewat sidang TPP. Persoalnannya, di berita ada foto Gayus makam di sebuah rumah makan. Kami masih akan telusuri. Kami merasa prihatin," ujar Sukerta.

 

Nada kekecewaan juga muncul dari Anggota Komisi III DPR yang mempertanyakan prosedur pengawalan terhadap tahanan jika memang saat itu Gayus keluar dari Lapas dengan izin resmi. 

 

"Seorang napi yang dibon itu muncul di restoran itu tidak bisa ditolerir. Kalau dibon itu instansi yang ngebon yang harus bertanggung jawab memberi pengawalan," kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani kepada detikcom, Senin (21/9/2015).

 

"Kalau yang ngebon Pengadilan Agama, ya pengadilan harus memberikan pengawalan. Kalau pengadilan tidak memberikan pengawalan, pihak lapas yang harus memikirkan pengawalannya. Harus jelas seperti itu. Kalau kemudian tidak ada pengawalan, itu kelalaian, atau terjadi penyimpangan," jelas Arsul. 

 

Dalam foto tersebut memang Gayus tampak tak mendapatkan pengawalan. Mantan pegawai Ditjen Pajak itu duduk semeja dengan dua wanita dan berpose menghadap kamera. Senyum kecil tersungging di wajahnya. Ada juga handphone warna putih terletak di atas meja di dekat Gayus. Meski belum diketahui siapa pemilik handphone tersebut. *** kny (detik,viva,kompas)