Facebook, Twitter dan Sosial Media Lainnya, Curi Pajak Dari Indonesia

Facebook, Twitter dan Sosial Media Lainnya, Curi Pajak Dari Indonesia

Ketika berselancar di sosial media seperti Facebook, Youtube, twitter dan sejenisnya, kita sering melihat begitu banyak iklan yang disisipkan terutama iklan-iklan dari perusahaan dalam negeri. 

 

Ini menjadi ironi ketika perolehan pajak sangat kecil bahkan tak memenuhi target. iklan sebanyak itu semestinya menjadi lahan potensial dengan perolehan pajak yang cukup besar. 

 

Tapi ternyata tak seindah yang di harapkan, pajak iklan di sejumlah sosial media tersebut ternyata sama sekali tak masuk ke kantong Direktorat Jenderal Pajak atau pemerintah Indonesia tapi justru lari ke luar negeri, ke Amerika Serikat tepatnya. 

 

Hal ini bisa terjadi lantaran kantor pusat perusahaan-perusahaan sosial media tersebut kesemuanya berada di luar negeri. Hal itulah yang menyebabkan pemerintah tidak bisa menarik pajak dari perusahaan-Perusahaan tersebut.

 

Selain itu kebobolannya penarikan pajak terhadap perusahaan teknologo besar seperti ini terjadi lantaran regulasi dan hukum perpajakan Indonesia yang masih bersifat kaku, kolot dan Jadul. Regulasi dan hukum perpajakan semacam ini tidak bisa berkembang dan beradaptasi dengan mengikuti perkembangan bisanis di era digital yang sangat menguntungkan tersebut.

 

Jika pemerintah tak ingin kehilangan lebih banyak lagi pendapatan pajak dari lahan potensial seperti ini, pemerintah harus mau merombak dan memperbarui sistem dan hukum pajak di Indonesia, agar tak ada lagi celah yang memungkinkan para wajib pajak lolos. **** kny ( oke , smeaker )