Duh, Dirjen Pajak Kok Ngemplang Pajak, Apa Kata Dunia Pak HP?

Duh, Dirjen Pajak Kok Ngemplang Pajak, Apa Kata Dunia Pak HP?

Setelah terjerat kasus korupsi, mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo, kini kembali tersandung masalah hukum. Ia diduga telah mengemplang pajak atas sejumlah asetnya yang ada di Lampung.


Menurut keterangan Kepala Pekon Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu, Priyono, salah satu asset mantan Dirjen di Kemenkeu tersebut adalah sebidang tanah yang digunakan sebagai sarang walet di daerah Pringsewu, Lampung.


Priyono menerangkan tanah yang sudah berdiri sejak 2000 lalu tersebut tidak pernah dibayarkan pajak oleh sang empunya yakni, Melita Setyawati, istri Hadi Purnomo.


"Gedung bertingkat itu berdiri sejak tahun 2000, dan sejak saat itu tidak pernah membayarkan pajak. Dahulu gedung itu ada penunggunya, sekarang sudah tidak ada," tutur Priyono, Rabu (23/4/2014).


Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Pekon Gadingrejo Utara Supriyanto menambahkan setidaknya masih ada 4 aset lain atas nama istri Hadi diseputaran kawasan tersebut.


"Pekon kami ini baru mengalami pemekaran setahun kemarin. Jadi, beberapa data administrasi masih ada di pekon induk. Tetapi, ini catatan yang jadi acuan untuk menagih PBB," tutur Supriyanto.


Saat dikonfirmasi, Camat Gadingrejo Suprayogi membenarkan perihal penunggakan pembayaran pajak atas lahan-lahan tersebut. Ia mengungkapkan dari buku Daftar Himpunan Ketetapan dan Pembayaran PBB 2012, data wajib pajak yang sudah dan belum membayar jelas tertulis.


"Persoalannya, mencari pemilik lahan untuk menarik pajak itu susah. Terkadang, lahannya sudah pindah tangan melalui notaris, tidak ada laporannya ke kami. Atau, yang mengurus jual beli hanya orang suruhan," kata Suprayogi.

 

Hingga saat ini belum ada langkah hukum nyata terhadap dugaan tindak pengemplangan pajak tersebut, baik dari pihak berwajib maupun Ditjen Perpajakan. ***mjd (sumber tribunnews)