Ditawari Kursi Perdana Menteri, Oposisi Tuntut Pemilu Dipercepat

Ditawari Kursi Perdana Menteri, Oposisi Tuntut Pemilu Dipercepat

Yatsenyuk menyatakan bahwa oposisi siap untuk menerima kepemimpinan, namun beberapa tuntutan penting harus dipenuhi, termasuk pemilihan umum yang baru. Sementara itu bentrokan di Ukraina terus terjadi. Para aktivis menyerbu polisi di perumahan Kiev.

 

Proposal presiden hadir di tengah upaya baru untuk mengakhiri kerusuhan mematikan. Ia menawarkan jabatan perdana menteri ke Yatsenyuk dan posisi wakil PM ke mantan petinju Vitali Klitschko menyusul pembicaraan pada hari Sabtu (25/1/2014).

 

Namun pihak oposisi tampaknya telah mengambil tawaran ini sebagai tanda kelemahan, dan terus maju dengan kampanye untuk menggesernya tanpa rasa takut.

 

Berbicara kepada kerumunan besar di pusat Kiev Sabtu malam, para pemimpin oposisi mengulangi tuntutan mereka.

 

“Viktor Yanukovych mengumumkan bahwa pemerintah tidak siap mengambil tanggung jawab bagi negara dan menawarkan kepada oposisi untuk memimpin pemerintahan,” kata Yatsenyuk. Apa tanggapan kita terhadap hal ini? Kami tidak takut dari tanggung jawab atas nasib Ukraina,” tegasnya.

 

Kemudian, dalam tweet yang ia post, Yatsenyuk mengatakan: “Tidak ada deal @ua_yanukovych, kita selesaikan apa yang kita mulai. Orang-orang yang memutuskan pemimpinnya, bukan Anda..”

 

Pihak oposisi menuntut agar perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa akan ditandatangani dan tahanan politik dibebaskan, termasuk mantan Perdana Menteri, Yulia Tymoshenko. Mereka juga menuntut pemilihan presiden lebih awal, bukan sesuai dengan jadwal yang akan dilaksanakan pada tahun 2015.

 

Klitschko mengatakan kepada orang banyak bahwa mereka akan terus maju dengan tuntutan mereka dan bahwa pembicaraan akan berlanjut.“Kami tidak akan mundur dan kami akan terus membahas dan mencoba untuk menemukan arah yang tepat,” katanya. (IMS)