Diobral : Ijazah Universitas of Sumatra dan UGM Hanya Rp.10-40 jt

Diobral : Ijazah Universitas of Sumatra dan UGM Hanya Rp.10-40 jt

Kasus pemalsuan ijazah dan gelar kehormatan terus bergulir. Pelacakan ijazah kesarjanaan palsu pun tak hanya dilakukan di Jakarta namun juga mulai dilakukan didaerah-daerah. Di Sumatra Barat, Gubernur Irwan Prayitno pun mengaku mulai melakukan pengecekan ulang ijazah seluruh ijazah pegawai negeri di lingkungan pemerintah provinsi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah. 

 

“Saat ini ada 8.000 pegawai,” ujar Irwan di Padang, kamis, 28 Mei 2015.

 

Hal serupa juga dilakukan di Medan, Polresta Medan menggelar razia dadakan terkait praktek juak beki ijazah palsu ini, dan menemukan adanya kejanggalan pada ijazah yang dikeluarkan oleh University of Sumatra. Untuk keperluan penyidikan Polresta Medan menangkap Marsaid Yushar, yang mengaku sebagai rektor sekaligus pendiri Universitas ini. 

 

Dakam keterangan pers-nya, Kepala Satuan Reserse Polresta Medan Komisaris Aldi Subartono mengatakan, Ijazah itu dijual dengan harga 10 sampai 40 juta rupiah. Tak hanya ijazah dari University of Sumatra saja, Ijazah dari Universitas Generasi Muda (UGM) Medan pun dijual dengan kisaran harga 10-40 juta.

 

“Polisi menyita blangko kosong ijazah S-1 dan S-2 sebanyak seribu lembar, brosur perkuliahan, skripsi, dan dokumen lainnya,” jelas Komisaris Subartono.

 

Terungkapnya praktek ijazah palsu ini, bermula dari inspeksi mendadak Menteri Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir terhadap dua perguruan tinggi, yakni University of Berkley Michigan di Jalan Proklamasi Jakarta dan Sekolah Tinggi Adhy Negara di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis pekan lalu. 

 

Menteri Nasir menyebut University of Berkley tak berizin, sedangkan STIE Adhy Negara menerbitkan ijazah tanpa menyelenggarakan perkuliahan. Kementerian saat ini mengaudit dua lembaga tersebut. *** kinaya (tempo)