CORE Indonesia: " Insentif Pajak di Kawasan KEK Akankah Berhasil Minat Investor"?

CORE Indonesia: " Insentif Pajak di Kawasan KEK Akankah Berhasil Minat Investor"?

Pemerintahan memberikan perlakuan istimewa untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) demi meratakan pertumbuhan ekonomi serta menarik investor. Salah satu bentuk perlakuan istimewa tersebut adalah penawaran insentif pajak yang lebih agresif jika dibandingkan di kawasan non-KEK.

 

Namun masalahnya, akankah ini berhasil ?, Menurut Center of Reform on Economics (CORE Indonesia), kebijakan fiskal semacam ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat gambling. Jika mengacu pada UNIDO tahun 2015 terdapat 4.500 kawasan KEK di 140 negara di dunia dan 84 diantaranya berada di 10 negara ASEAN. 

 

Dan dari sebanyak itu, hanya beberapa kawasan KEK saja yang berhasil " Bahkan tidak sedikit yang akhirnya gagal berkembang. Padahal pemberian insentif untuk pengembangan kawasan KEK tentunya membawa sejumlah konsekuensi bagi keuangan pemerintah, bak dari potensi pendapatan yang hilang maupun biaya lain yang harus ditanggung oleh pemerintah. " tulis CORE Indonesia dalam pernyataan tertulis nya, Selasa,5/1/2016.

 

Lebih lanjut CORE Indonesia mengatakan, namun jika berhasil kawasan KEK ini memang sangat potensial untuk bisnis. Sebut saja Vietnam, salah satu negara di ASEAN yang berhasil mengembangkan kawasan KEK nya menjadi kawasan industri terpadu yang menjadi incaran para Investor. 

 

"Perusahaan Multinasional seperti Samsung, Blackberry, maupun Foxconn lebih memilih menanamkan investasinya di Vietnam di bandingkan di indonesia" ungkapnya. 

 

Dengan adanya kawasan KEK, Vietnam mampu menyerap 49% total investasi asing di negara tersebut, serta mampu menyerap 49% tenaga kerja domestik, tak hanya itu kawasan KEK menyumbang bayak pendapatan pajak. *** kny