Cina Berikan Insentif Pajak Bagi Garuda Airlines

Cina Berikan Insentif Pajak Bagi Garuda Airlines

Maskapai penerbangan ber plat merah Garuda Airlines, mendapatkan insentif fiskal berupa penghapusan pajak berganda dari pemerintah Cina. Pemerintah Cina telah membebaskan Garuda Airlines dari pajak bisnis senilai sekitar US$5 juta per tahun. Pajak ini telah dikenakan Cina kepada maskapai penerbangan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 12 tahun yang lalu.

 

"Pajak ini sudah dikenakan kepada Garuda selama 12 tahun. Nilainya berkisar US$3 juta hingga US$5 juta per tahun," Kata Duta Besar Indonesia untuk China, Soegeng Rahardjo, kepada wartawan di KBRI Beijing pada Jumat (16/1/2015).

 

General Manager Garuda Indonesia di Beijing, Asa Perkasa mengatakan pajak yang dikenakan itu adalah pajak bisnis (business tax). Ada lima maskapai yang dikenai pajak bisnis termasuk garuda Indonesia, Philippine Airlines, Egyptair dan dua maskapai lain."Nilainya sekitar 13% dari sales," jelas Asa.

 

Rahardjo menambahkan, pemberian insentif pajak ini tak lepas dari kerja kerasnya beserta para staf KBRI selama 9 bulan ini di Beijing. Mereka berupa keras untuk meyakinkan pemerintah Cina agar terdapat terobosan yang berdampak riil bagi bisnis.

 

Perundingan kerjasama ini menurut Rahardjo juga melibatkan Kementerian Keuangan sebagai pihak yang mengetahui seluk beluk insentif fiskal agar sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

 

Selain membebaskan pajak bisnis bagi Garuda Airlines, Cina juga mulai melonggarkan beberapa jenis produk impor dari Indonesia yang sebelumnya sempat dilarang, seperti impor Sarang Burung Walet. Cina sempat melarang mpor komoditas ini selama 5 tahun. Padahal nilainya menacapi Rp1,3 triliun pada lima tahun yang lalu.

 

Selain sarang buung walet, Cina juga mengizinkanimoir komoditas lain seperti kura-kura moncong babi dari Papua, ikan arwana dari Papua dan Kalimantan, serta salad dari Yogyakarta. *** kinaya (bisnis)